1.653 Sekolah Dicoret dari Penerima MBG, BGN Ungkap Alasannya
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan atau sekolah dari daftar penerima manfaat program Makan Bergizi G
NASIONAL
MEDAN — Setiap kali menghadiri pesta pernikahan adat Batak, ada satu hidangan yang hampir selalu mencuri perhatian: ikan mas arsik.
Hidangan khas Batak Toba ini dikenal dengan aroma yang kuat dan bumbu yang kaya rempah.
Namun, di balik ikan mas yang disajikan secara utuh, terdapat makna yang jauh lebih dalam.Baca Juga:
Arsik bukan sekadar lauk yang disantap dalam pesta pernikahan, melainkan bagian dari tradisi yang membawa doa, restu, dan harapan bagi pasangan pengantin.
Dilansir dari penelitian Sinulingga, dkk (2024), ikan mas arsik menjadi makanan yang paling sering muncul dalam acara adat pernikahan Batak Toba dan memiliki makna yang mendalam.
Tak heran jika arsik kerap hadir dalam berbagai acara adat, termasuk pesta pernikahan Batak Toba.
Sementara itu di Jurnal Gastronomi Indonesia dijelaskan penggunaan arsik dalam berbagai kegiatan adat Batak Toba, termasuk pernikahan berkaitan dengan sistem kekerabatan Dalihan Na Tolu.
Selain itu juga filosofi kehidupan Batak Toba, seperti hamoraon (kekayaan atau kesejahteraan), hagabeon (keturunan), dan hasangapon (kehormatan).
Harapan di Balik Arsik untuk Pengantin Pesta Adat Batak
Ketika arsik diberikan kepada pengantin, yang disampaikan bukan hanya makanan.
Tetapi ada harapan agar pasangan yang bharu menikah dapat menjalani kehidupan dengan baik dan memperoleh berkat dalam perjanjian rumah tangganya.
Dalam tradisi Batak Toba, arsik juga dikenal dengan istilah dengke simudurudur. Istilah tersebut menggambarkan ikan yang bergerak maju dan mundur.
Simbol itu dikaitkan dengan harapan agar kedua mempelai dapat berjalan bersama dalam menjalani pekerjaan, kehidupan, dan usaha menuju kebahagiaan serta kemakmuran.
Dengan kata lain, ikan mas arsik menjadi gambaran tentang perjalanan rumah tangga yang diharapkan dapat dijalani bersama.
Bukan hanya ketika kehidupan berjalan mudah, tetapi juga ketika pasangan menghadapi berbagai tantangan.
Mengapa Ikan Mas Arsik Disajikan Utuh?
Cara penyajian ikan mas dalam upacara adat Batak Toba juga memiliki makna tersendiri.
Berbeda dengan ikan yang biasa disajikan dalam kehidupan sehari-hari, ikan mas arsik untuk keperluan adat umumnya disajikan secara utuh.
Kepala, badan, hingga ekornya tetap tersusun dalam satu hidangan.
Penyajian secara utuh tersebut menggambarkan harapan agar kehidupan pasangan tetap lengkap dan berjalan bersama.
Dalam sejumlah praktik adat, posisi ikan ketika diberikan juga memiliki makna.
Ikan dapat diarahkan dengan kepala menghadap kepada pengantin sebagai simbol bahwa orang tua telah memberikan restu dan melepas anaknya untuk membangun kehidupan bersama pasangan.
Simbol dalam arsik juga berkaitan dengan harapan keluarga terhadap keturunan.
Dalam beberapa pelaksanaan adat pernikahan Batak Toba, ikan mas betina yang sedang bertelur dapat digunakan sebagai bagian dari simbol harapan agar pasangan memperoleh keturunan.
Karena itu, arsik tidak hanya berbicara mengenai hubungan antara suami dan istri, tetapi juga harapan keluarga terhadap kehidupan baru yang mereka bangun.
Arsik Diberikan oleh Hula-Hula
Ada hal lain yang membuat pemberian arsik dalam pesta pernikahan adat Batak Toba berbeda dari penyajian makanan biasa, yakni siapa yang memberikan hidangan tersebut.
Dalam tradisi pernikahan adat Batak Toba, ikan mas arsik diberikan oleh pihak hula-hula, yaitu keluarga dari pihak perempuan yang memiliki kedudukan penting dalam sistem Dalihan Na Tolu.
Pemberian tersebut menjadi bagian dari hubungan kekerabatan sekaligus bentuk penyampaian restu kepada pasangan yang baru menikah.
Dalihan Na Tolu sendiri merupakan sistem kekerabatan yang menjadi salah satu dasar penting dalam kehidupan sosial masyarakat Batak Toba.
Karena itu, kehadiran arsik dalam pesta pernikahan tidak dapat dilepaskan dari hubungan antara kedua keluarga.
Arsik, Doa yang Bisa Dimakan
Pada akhirnya, ikan mas arsik bukan hanya tentang ikan yang dimasak dengan bumbu khas Batak.
Di dalamnya terdapat doa untuk rumah tangga, harapan akan keturunan, kesejahteraan, kehormatan, serta restu yang menyatukan dua keluarga.
Mungkin setelah pesta usai, ikan itu akan habis disantap.
Namun, makna yang dibawanya tidak ikut hilang.
Sebab di meja pernikahan Batak, arsik bukan sekadar hidangan ia adalah doa yang sengaja dibuat untuk bisa dimakan.* (d/ad)
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan atau sekolah dari daftar penerima manfaat program Makan Bergizi G
NASIONAL
JAKARTA Kasus penembakan yang menewaskan Wili Mbuik, aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Jayawijaya, Papua Pegunungan, kembali m
PERISTIWA
JAKARTA Pernah mendengar pernyataan bahwa salat tidak diterima selama 40 hari karena melakukan dosa tertentu? Ungkapan tersebut memang b
AGAMA
MEDAN Setiap kali menghadiri pesta pernikahan adat Batak, ada satu hidangan yang hampir selalu mencuri perhatian ikan mas arsik.Hidanga
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI 2026 menjadi salah satu pilihan pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan
EKONOMI
MEDAN Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim Batubara untuk pertama kalinya tampil sebagai news anchor atau pembawa berita utama dalam
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim melantik Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (DPD LA
PEMERINTAHAN
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, menekankan pentingnya kekompakan, kerja tim, dan kom
PEMERINTAHAN
LABUHANBATU SELATAN Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Aula Lantai I Kantor
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong percepatan realisasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Medan Ray
PEMERINTAHAN