BREAKING NEWS
Kamis, 15 Oktober 2026

MFCF 2026 Angkat Ulos ke Tren Busana Modern, Airin Rico Waas Dorong Wastra Sumut Mendunia

Adelia Syafitri - Selasa, 13 Oktober 2026 19:50 WIB
MFCF 2026 Angkat Ulos ke Tren Busana Modern, Airin Rico Waas Dorong Wastra Sumut Mendunia
Ketua Dekranasda Kota Medan, Airin Rico Waas, dalam acara Medan Fashion and Culture Festival (MFCF) 2026 dengan tema Ulos in Innovation di Sun Plaza Medan, Selasa (13/10/2026). (foto: Bpd Phri Sumut/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

"Kita ingin bertukar pengalaman terutama bagi para fesyen desainer di Kota Medan, harapan saya para fesyen desainer di Kota Medan itu bisa maju ke tingkat nasional, bahkan kalau bisa ke tingkat internasional," katanya.

Salah satu desainer yang berpartisipasi dalam MFCF 2026, Torang Sitorus, mengatakan tema Ulos in Innovation dipilih untuk merayakan meningkatnya popularitas ulos dalam dunia fesyen.

Menurut Torang, ulos telah mendapat perhatian dalam sejumlah ajang fesyen dan pameran.

Karena itu, desainer di Medan perlu terus berinovasi agar kain tradisional Sumatera Utara tersebut memiliki daya tarik yang semakin luas.

"Satu tahun terakhir, Karya Kreatif Indonesia sudah dengan tema ulos, Indonesia Fashion Week sudah dengan tema ulos, di Medan sendiri kita apa? Harus lebih berinovasi, karena ulos adalah wastra dari Sumatera Utara," ujar Torang.

Ia menjelaskan, mengembangkan ulos menjadi busana modern memiliki tantangan tersendiri.

Desainer perlu menyesuaikan desain dengan kebutuhan fesyen masa kini tanpa mengabaikan nilai adat dan budaya yang melekat pada kain tersebut.

"Mau tidak mau, kita memang sedikit menabrak ya, ulos sebagai kain adat. Saat dia masuk ke industri fesyen, ulos itu sudah berubah fungsinya menjadi komoditi fesyen, berkembang, bisa menghidupi, ada pengrajin, ada desainer, ada butik, ada pedagang ulos. Jadi semua merayakan keberhasilan ulos menjadi kain yang sangat populer di tahun-tahun terakhir," katanya.

Torang menilai perkembangan ulos dalam industri fesyen juga membuka peluang ekonomi bagi berbagai pihak, mulai dari perajin dan desainer hingga pemilik butik serta pedagang kain.

Torang berharap MFCF dapat membantu memperluas popularitas ulos, termasuk di pasar internasional.

Menurut dia, kain tradisional tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk fesyen yang dapat diterima oleh masyarakat dunia.

"Kalau untuk ke depannya mungkin tantangannya lebih besar lagi, fesyen ulos sendiri digunakan di Indonesia bahkan di dunia. Ya, harapan kita dengan ibu ketua Dekranasda Kota Medan, ulos ini berharap bisa mendunia ya. Memang sudah kita jajaki, kita sudah ikut beberapa pameran di luar negeri, di Paris, di Milan, sangat besar kemungkinan ulos menjadi produk fesyen dunia," pungkasnya.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Seng Hap 1881 Medan, Berburu Kuliner Sambil Menelusuri Sejarah Melayu di Kesawan
Enam Bulan Disidik, Kejati Sumut Belum Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Lahan Tol Medan-Binjai
27 Tim Ramaikan Football Cup Pemuda Pancasila Medan, Rico Waas Ajak Kader Junjung Sportivitas dan Kekeluargaan
6 Lokasi di Medan Kena Pemadaman Listrik Hari Ini 13 Oktober, Cek Daftarnya
Medan Jadi Satu-Satunya Kota di Indonesia yang Masuk dalam 10 Destinasi Wisata Dunia dengan Harga Terbaik
17 Siswa SD di Medan Mengeluh Sakit Usai Konsumsi MBG, Rico Waas Angkat Bicara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru