BREAKING NEWS
Kamis, 28 Mei 2026

Viral, Anak Di Bawah Umur Diajarkan Mengemudi Mobil, Pro dan Kontra Mewarnai Perdebatan Warganet

BITVonline.com - Sabtu, 28 Desember 2024 07:15 WIB
Viral, Anak Di Bawah Umur Diajarkan Mengemudi Mobil, Pro dan Kontra Mewarnai Perdebatan Warganet
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

bitvonline.com -Sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @folkkonoho pada Sabtu (28/12/2024), memperlihatkan seorang anak perempuan yang sedang dipangku ibunya sambil belajar mengemudi mobil. Video ini langsung menjadi viral dan memicu perdebatan di kalangan warganet. Banyak dari mereka yang menilai tindakan tersebut berbahaya, sementara sebagian lainnya membela orangtua anak tersebut dengan berbagai argumen.

Dalam video tersebut, sang ibu menjelaskan bahwa pengajaran mengemudi dilakukan di kompleks rumahnya pada saat kondisi jalan sepi, yakni pada jam kantor. “Ini di kompleks rumah saya, jam kantor, sepi. Kompleks rumah saya jarang ada yang jualan wora-wiri. Kalaupun ada yang lewat, saya yang ambil alih setir,” ujar ibu tersebut dalam unggahannya. Ia juga menambahkan bahwa jika ada bahaya mendekat, ia akan segera mengambil alih kontrol mobil untuk memastikan keselamatan.

Meski begitu, banyak warganet yang mengkritik keras tindakan tersebut. Mereka menilai bahwa mengajarkan anak di bawah umur untuk mengemudi berisiko tinggi, baik bagi keselamatan anak maupun orang di sekitarnya.

Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Centre (RDC), memberikan penilaiannya terhadap peristiwa ini. Menurutnya, mengajarkan anak mengemudi sebelum mereka cukup umur dapat sangat membahayakan. “Si anak bisa kehilangan kendali dan malah menabrak kendaraan atau benda statis di sekitarnya,” ujar Marcell. Ia juga menekankan bahwa risiko cedera semakin besar jika terjadi kecelakaan, terutama dengan adanya airbag yang bisa menyebabkan cedera serius pada tubuh anak.

Marcell mengingatkan, bahwa meskipun kondisi di kompleks rumah tampak sepi, kecelakaan tetap bisa terjadi. Anak yang masih di bawah umur, menurutnya, belum memiliki kemampuan fisik dan mental yang matang untuk menghadapi situasi yang menuntut konsentrasi penuh saat mengemudi.

Selain itu, Marcell juga menyoroti potensi bahaya akibat airbag. “Jika airbag mengembang, anak bisa terhantam dengan keras, dan ini berisiko menyebabkan fraktur pada tulang rusuk yang bisa menusuk paru-paru, jantung, atau arteri,” paparnya.

Para ahli menekankan bahwa penting bagi orang tua untuk mempertimbangkan kesiapan fisik dan mental anak sebelum memutuskan untuk mengajarkan mereka mengemudi. Pada usia yang lebih muda, risiko kecelakaan dan kesalahan fatal dapat meningkat, sehingga menunggu hingga anak mencapai usia yang sesuai menjadi langkah yang lebih bijaksana.

Menanggapi komentar negatif tersebut, orang tua anak tersebut tetap pada pendiriannya dengan menyatakan bahwa ia memiliki hak untuk membagikan konten tersebut di media sosial. “Kalau tidak suka, tinggal skip saja. Tapi dosa yang tanggung masing-masing,” tulisnya.

Perdebatan ini menggambarkan bagaimana pentingnya kesadaran orang tua dalam memprioritaskan keselamatan anak dan mengedukasi mereka dengan cara yang tepat dan aman.

(N/014)

0 komentar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru