BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Maret 2026

Sekretaris Jenderal Partai Aceh, Abu Razak, Meninggal Dunia di Makkah,Beginilah Sosoknya

- Rabu, 19 Maret 2025 12:51 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Aceh, Abu Razak, Meninggal Dunia di Makkah,Beginilah Sosoknya
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH - Sekretaris Jenderal Partai Aceh sekaligus Ketua KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar alias Abu Razak, meninggal dunia saat menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci Makkah, Arab Saudi, pada Rabu (19/3/2025).

Kabar duka ini disampaikan oleh Juru Bicara Partai Aceh, Nurzahri, yang menyebutkan bahwa Abu Razak meninggal dunia pada pukul 06.00 waktu setempat.

"Beliau meninggal di Makkah dan akan dikuburkan di Makkah," kata Nurzahri melalui pesan singkat. Abu Razak, yang juga dikenal sebagai mantan wakil panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), berangkat ke Arab Saudi pada 3 Maret 2025 untuk melaksanakan umrah dan beribadah selama bulan Ramadan.

Kabar mengenai wafatnya Abu Razak langsung menyebar luas di berbagai grup media sosial. Banyak kalangan, termasuk tokoh publik, menyampaikan duka cita mendalam atas kehilangan salah satu tokoh berpengaruh di Aceh tersebut.

"Innalillahiwainnailaihirajiun, selamat jalan Abu Razak, wafat di Tanah Suci, insyaallah husnul khatimah," ucap mantan Ketua KPU RI Ilham Saputra.

Abu Razak lahir di Pidie, Aceh, pada 1 Mei 1967. Sejak muda, ia bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk melawan ketidakadilan yang dirasakan oleh masyarakat Aceh terhadap Pemerintah Indonesia.

Abu Razak memainkan peran penting dalam struktur GAM, baik sebagai juru bicara, komandan operasi, hingga wakil panglima GAM.

Setelah penandatanganan perjanjian damai Helsinki pada 15 Agustus 2005 antara GAM dan Pemerintah Indonesia, Abu Razak dan tokoh-tokoh GAM lainnya membentuk Partai Aceh untuk melanjutkan perjuangan mereka melalui jalur politik. Sebagai Sekretaris Jenderal Partai Aceh, Abu Razak merupakan salah satu sosok penting dalam perpolitikan di Aceh.

Kini, setelah kepergian Abu Razak, pertanyaan muncul mengenai siapa yang akan menggantikan peran pentingnya di Partai Aceh.

Penggantian posisi ini tentu menjadi perhatian banyak pihak, terutama dalam kontestasi politik di Aceh.

(bs/n14)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru