BREAKING NEWS
Kamis, 30 April 2026

Legenda Bulu Tangkis Tan Joe Hok Tutup Usia, Indonesia Kehilangan Sosok Pelopor Kejayaan

Adelia Syafitri - Senin, 02 Juni 2025 14:20 WIB
Legenda Bulu Tangkis Tan Joe Hok Tutup Usia, Indonesia Kehilangan Sosok Pelopor Kejayaan
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA– Dunia olahraga Indonesia berduka. Tan Joe Hok, legenda bulu tangkis yang mengukir sejarah emas di pentas internasional, meninggal dunia pada usia 87 tahun, Senin pagi (2/6), pukul 10.52 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta.

Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

"Indonesia baru saja kehilangan legenda bulu tangkis Tan Joe Hok. Beliau berpulang pada hari Senin, 2 Juni 2025, pukul 10.52 WIB di RS Medistra," tulis PBSI dalam pernyataan resminya.

PBSI turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Tan Joe Hok, yang selama hidupnya dikenal sebagai sosok pejuang olahraga sejati.

"Selamat jalan Tan Joe Hok. Warisanmu untuk bulu tangkis Indonesia akan abadi," lanjut pernyataan tersebut.

Pelopor Kejayaan Merah Putih di Lapangan

Tan Joe Hok, yang lahir di Bandung pada 11 Agustus 1937 dengan nama Hendra Kartanegara, adalah ikon bulu tangkis Indonesia.

Ia menjadi orang Indonesia pertama yang menjuarai turnamen bergengsi All England pada 1959, mengalahkan rekan senegaranya Ferry Sonneville.

Namanya kian harum saat memperkuat tim Indonesia di ajang Piala Thomas.

Ia menjadi pahlawan yang membawa Indonesia menjuarai Piala Thomas tahun 1958, 1961, dan 1964.

Tan juga mempersembahkan medali emas di Asian Games 1962 setelah menundukkan Teh Kew San di babak final.

Mengabdi Sepanjang Hayat

Di luar prestasi di lapangan, Tan Joe Hok juga dikenal sebagai tokoh yang mengabdikan hidupnya untuk pengembangan bulu tangkis.

Ia pernah menempuh pendidikan di Baylor University, AS, di bidang kimia dan biologi.

Namun, cintanya pada Indonesia membawanya kembali pulang untuk melatih dan membina atlet-atlet muda.

Ia sempat menjadi pelatih di luar negeri, Meksiko dan Hong Kong, namun akhirnya kembali ke tanah air dan menjadi pelatih di PB Djarum pada 1982.

Hingga usia senjanya, Tan tetap aktif menjadi inspirator dan saksi sejarah perkembangan bulu tangkis Indonesia.

Meski berasal dari komunitas Tionghoa dan pernah menghadapi diskriminasi, Tan Joe Hok tidak pernah meninggalkan Indonesia.

Ia memilih tetap setia kepada tanah air yang dicintainya.

Kepergian Tan Joe Hok meninggalkan duka mendalam, namun juga warisan yang tak tergantikan.

Ia bukan hanya juara di lapangan, tapi juga panutan dalam integritas, ketekunan, dan nasionalisme.

Kini, sang legenda telah tiada. Namun setiap pukulan raket dan setiap mimpi anak bangsa di lapangan bulu tangkis akan terus menyebut namanya, Tan Joe Hok, pelopor kejayaan Indonesia.

Selamat jalan, Tan Joe Hok. Terima kasih telah mengayunkan raket untuk negeri ini.*

(at/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru