Kemnaker Matangkan Strategi Tripartit Jelang ILC ke-114 di Swiss, Bahas Dampak AI pada Dunia Kerja
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mematangkan strategi keberangkatan Delegasi Tripartit Indonesia dalam menghadiri Internat
EKONOMI
BITVONLINE.COM- Kehilangan seseorang yang berarti dalam hidup adalah momen yang berat. Perasaan ini ibarat berdiri di tengah badai tanpa payung, membuat dunia terasa kehilangan warnanya. Namun, kehilangan bukanlah akhir dari segalanya. Justru, ini bisa menjadi awal perjalanan untuk menemukan versi terbaik diri sendiri.
Menurut beberapa psikolog, proses menerima kenyataan adalah langkah pertama menuju penyembuhan. “Menerima realitas kehilangan bukan berarti menyerah, melainkan berdamai dengan rasa sakit yang ada. Ini adalah cara untuk membebaskan diri dari beban emosional yang menghambat kita,” jelas Dr. Indra Wahyudi, seorang psikolog klinis di Medan.
Rasa kehilangan yang dalam sering kali menggiring seseorang pada pertanyaan: “Apa yang salah?” Namun, lebih dari sekadar fokus pada luka, ini adalah kesempatan untuk menggali pelajaran. Kehilangan bisa menjadi cermin yang memantulkan kekuatan dan kelemahan dalam diri seseorang.
Banyak orang terjebak dalam penyangkalan atau harapan kosong bahwa apa yang hilang akan kembali. Namun, seperti yang ditekankan oleh pakar pengembangan diri, fokus pada hal-hal yang dapat dikontrol adalah kunci. “Saat kita menerima kenyataan, kita membuka ruang untuk menyembuhkan dan tumbuh,” tambah Indra.
Salah satu langkah penting lainnya adalah memberikan waktu untuk diri sendiri. Mempraktikkan self-compassion atau kasih sayang terhadap diri sendiri adalah bagian dari proses pemulihan. “Tidak apa-apa merasa lelah atau menangis. Ini bukan tanda kelemahan, tetapi cara menghormati emosi yang ada,” kata Indra.
Membangun kebahagiaan baru juga menjadi elemen penting dalam bangkit dari kehilangan. Mengalihkan perhatian pada hal-hal positif, seperti mencoba hobi baru atau menghabiskan waktu bersama teman, bisa menjadi cara efektif untuk memulihkan diri.
“Kesendirian, jika dimanfaatkan dengan bijak, dapat menjadi momen refleksi dan pertumbuhan. Ini adalah waktu untuk mengenal diri lebih dalam, mengeksplorasi apa yang membuat kita bahagia, dan menyusun ulang prioritas hidup,” jelas Indra.
Meskipun kehilangan dapat meninggalkan luka yang mendalam, masa depan tetap menyimpan harapan dan kemungkinan yang tak terduga. Dunia ini penuh dengan keindahan yang menunggu untuk ditemukan.
Bagi mereka yang sedang berjuang melalui rasa kehilangan, ingatlah: setiap akhir adalah awal dari sesuatu yang baru. “Berani melangkah maju adalah kunci untuk menemukan kebahagiaan di tempat yang baru,” tutup Indra.
Editor: Tim Redaksi BITV Online Penulis: [KRISNA)
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mematangkan strategi keberangkatan Delegasi Tripartit Indonesia dalam menghadiri Internat
EKONOMI
JAKARTA Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Agus Fatoni, menegaskan komitmennya dalam memperce
EKONOMI
SUMEDANG Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah Ikatan Keluarga Alumni Universitas Padjadjaran (UPZ IKA Unpad) menyalurkan daging kurb
NASIONAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mengubah pola distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari enam hari menjadi lima hari dalam sep
NASIONAL
MEDAN Forum Jurnalis Medan menyembelih empat ekor hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 H / 2026 M. Kegiatan yang berlangsun
NASIONAL
BANDA ACEH Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menyembelih 14 ekor hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 H / 2026 M. Kegi
NASIONAL
PEKANBARU Penggerebekan pesta narkoba di sebuah tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru, Riau, menyeret nama anak Bupati Pelalawan, Zukri
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pakar telematika Roy Suryo menilai penanganan kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo berlangsung terlalu lama
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Partai Golkar membela program bantuan 1.098 sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Be
POLITIK
JAKARTA Permadi Arya alias Abu Janda membantah tudingan penghinaan terhadap masyarakat Sumatera Barat setelah dirinya dilaporkan ke Bare
HUKUM DAN KRIMINAL