BREAKING NEWS
Rabu, 15 Juli 2026

Penumpang Super Air Jet Histeris, Tuntut Kompensasi atas Insiden yang Membuat Trauma

BITVonline.com - Selasa, 22 Oktober 2024 22:29 WIB
Penumpang Super Air Jet Histeris, Tuntut Kompensasi atas Insiden yang Membuat Trauma
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Suasana mencekam terjadi di penerbangan Super Air Jet IU 948 rute Jakarta–Medan. Pesawat yang seharusnya lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Kualanamu pada pukul 18:30 WIB mengalami penundaan selama satu jam akibat masalah teknis.selasa dini hari 22/10/2024.

https://bitvonline.com/wp-content/uploads/2024/10/VID-20241022-WA01671.mp4

Namun, masalah tak berhenti di situ. Ketika akhirnya penumpang diizinkan naik, beberapa dari mereka merasakan kejanggalan pada pesawat.

Kecurigaan mereka terbukti benar saat pesawat hendak lepas landas. Pesawat mendadak melakukan rem darurat, memicu ketegangan dan kepanikan di kabin. Penumpang, termasuk anak-anak dan orang tua, berteriak histeris, sementara lainnya tampak gemetar ketakutan.

Para penumpang pesawat Super Air Jet minta turun

“Kami merasa nyawa kami dipertaruhkan,” ujar seorang penumpang yang masih terguncang akibat insiden tersebut.

Setelah rem mendadak itu, pesawat kembali ke bandara, namun kru kabin meminta penumpang tetap tenang di tempat duduk mereka, meskipun ketakutan menyelimuti seluruh pesawat. Banyak penumpang langsung memprotes, menuntut untuk diturunkan dan tidak ingin melanjutkan perjalanan dengan pesawat yang mereka anggap sudah tidak layak terbang. Mereka bahkan meminta agar diganti dengan pesawat lain.

Salah satu penumpang, yang juga wartawan dari Bitv, mencoba mencari penjelasan lebih lanjut dan berbicara dengan petugas bandara bernama Ari Perdana. Ari mengungkapkan bahwa selain keterlambatan mendarat, pesawat tersebut belum memenuhi standar layak terbang.

Kekecewaan penumpang semakin memuncak. Mereka merasa waktu terbuang sia-sia, mengalami trauma berat, dan menuntut kompensasi dari maskapai atas insiden yang mereka anggap sangat merugikan. “Kami sangat kecewa. Keamanan seharusnya menjadi prioritas, namun kami diperlakukan seperti ini,” ujar salah seorang penumpang yang frustasi.

Meski pihak Super Air Jet akhirnya menyatakan akan mengganti pesawat, ketakutan dan trauma yang dirasakan penumpang sulit untuk diredakan. Beberapa bahkan mempertimbangkan untuk membatalkan penerbangan, lebih memilih keselamatan daripada risiko yang mereka hadapi.mtk_07

0 komentar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru