BREAKING NEWS
Jumat, 17 Juli 2026

Mengenal TB Simatupang, Jenderal Intelektual Asal Sumatera Utara yang Namanya Diabadikan Jadi Jalan di Medan

Dharma - Jumat, 17 Juli 2026 10:05 WIB
Mengenal TB Simatupang, Jenderal Intelektual Asal Sumatera Utara yang Namanya Diabadikan Jadi Jalan di Medan
Pahlawan nasional Letjen (Purn) TB Simatupang. (foto: Dok. Majalah Gajah Mada via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0))
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Warga Sumatera Utara, khususnya masyarakat Kota Medan, tentu sudah tidak asing dengan nama TB Simatupang.

Nama tersebut menjadi salah satu ruas jalan yang cukup dikenal di kawasan Medan Sunggal, mulai dari Terminal Pinang Baris hingga persimpangan Jalan Sunggal dengan PDAM Tirtanadi.

Namun, TB Simatupang bukan sekadar nama jalan.

Baca Juga:

Di balik nama tersebut terdapat sosok besar dalam sejarah Indonesia.

Ia adalah salah satu tokoh militer nasional yang dikenal sebagai jenderal intelektual karena memiliki pemikiran maju mengenai profesionalisme tentara dan pembangunan institusi pertahanan.

TB Simatupang merupakan singkatan dari Tahi Bonar Simatupang, seorang putra daerah Sumatera Utara yang lahir di Sidikalang, Kabupaten Dairi, pada 28 Januari 1920.

Ia berasal dari keluarga Batak Toba yang menjunjung tinggi pendidikan.

Ayahnya, Mangaradja Soaduon Simatupang, merupakan pegawai pemerintahan pada masa Hindia Belanda.

Lingkungan keluarga tersebut membentuk TB Simatupang menjadi sosok yang memiliki perhatian besar terhadap ilmu pengetahuan.


Sejak muda, TB Simatupang mendapatkan pendidikan di sekolah Belanda sebelum melanjutkan ke Koninklijke Militaire Academie (KMA) di Bandung, sebuah akademi militer yang didirikan pemerintah kolonial Belanda.

Namun, pendidikannya tidak selesai karena situasi perang dunia dan masuknya Jepang ke Indonesia pada 1942.

Setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, TB Simatupang memilih bergabung dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Saat itu, Indonesia menghadapi tantangan besar karena belum memiliki kekuatan militer yang tertata.

Tentara Indonesia berasal dari berbagai kelompok, mulai dari bekas tentara PETA, KNIL, laskar rakyat, hingga para pemuda pejuang.

Dalam kondisi tersebut, TB Simatupang menjadi salah satu perwira yang ikut membangun sistem militer Indonesia agar lebih profesional.

Ia bekerja bersama Panglima Besar Jenderal Soedirman dan sejumlah perwira lainnya untuk memperkuat organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Menjadi Kepala Staf Angkatan Perang RI

Karier TB Simatupang mencapai puncaknya ketika ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Perang Republik Indonesia (KSAP) pada periode 1949–1954.

Jabatan tersebut merupakan posisi penting karena saat itu ia bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kekuatan angkatan bersenjata Indonesia dalam masa transisi setelah pengakuan kedaulatan.

Saat memimpin, TB Simatupang mendorong berbagai pembaruan dalam tubuh militer, seperti memperkuat profesionalisme prajurit, membangun organisasi yang lebih terstruktur, meningkatkan pendidikan perwira, serta menyusun strategi pertahanan yang sesuai dengan kondisi Indonesia.

Bagi TB Simatupang, kekuatan militer tidak hanya bergantung pada jumlah pasukan dan senjata, tetapi juga kualitas manusia yang menjalankannya.

Menurut pemikirannya, seorang prajurit harus memiliki kemampuan intelektual, moral yang kuat, dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa.

Pemikir Militer yang Banyak Menulis

Selain dikenal sebagai seorang jenderal, TB Simatupang juga dikenal sebagai pemikir dan penulis produktif.

Dalam berbagai tulisannya, ia menekankan bahwa tentara harus menjadi institusi profesional yang tetap berada dalam sistem demokrasi dan tunduk kepada pemerintahan yang sah.

Pemikirannya dianggap cukup maju karena berbicara mengenai hubungan antara militer, negara, dan masyarakat.

Ia meyakini bahwa tentara tidak hanya bertugas dalam peperangan, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga pembangunan bangsa.

Perjalanan Setelah Pensiun

Setelah tidak lagi aktif di dunia militer, TB Simatupang tetap memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Ia aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, termasuk di lingkungan Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGI) yang kini dikenal sebagai Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

Ia juga banyak menulis mengenai hubungan antara iman, kebangsaan, kepemimpinan, dan pembangunan masyarakat.

Alasan Nama TB Simatupang Dijadikan Nama Jalan

Penggunaan nama TB Simatupang sebagai nama jalan merupakan bentuk penghormatan negara terhadap jasa dan pengabdiannya.

Di Kota Medan, Jalan TB Simatupang menjadi pengingat bahwa Sumatera Utara pernah melahirkan tokoh nasional yang memiliki peran besar dalam sejarah Indonesia.

Penamaan jalan dengan nama pahlawan dan tokoh nasional merupakan salah satu cara menjaga ingatan masyarakat terhadap perjuangan dan kontribusi mereka bagi bangsa.

Warisan Pemikiran TB Simatupang

Warisan terbesar TB Simatupang bukan hanya pangkat militernya, tetapi juga gagasannya mengenai pentingnya membangun institusi pertahanan yang profesional.

Ia percaya bahwa seorang pemimpin harus memiliki tiga nilai utama, yakni:

- Integritas moral;
- Kemampuan intelektual;
- Dedikasi kepada bangsa dan negara.

Pemikiran tersebut membuat TB Simatupang tetap dikenang sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah militer Indonesia.

TB Simatupang wafat di Jakarta pada 1 Januari 1990 dalam usia 69 tahun.

Meski telah puluhan tahun berlalu, namanya tetap hidup melalui berbagai karya, pemikiran, dan penghormatan yang diberikan negara.

Bagi masyarakat Sumatera Utara, TB Simatupang menjadi bukti bahwa seorang putra daerah mampu memberikan pengaruh besar bagi Indonesia melalui ilmu, kepemimpinan, dan pengabdian.* (tm/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
TNI Jadi Sopir Truk BBM di Sumut, Istana Buka Suara
DWP Kominfo Sumut Ajak Masyarakat Kunjungi PRSU 2026, Sebut UMKM dan Paviliun Daerah Semakin Berkualitas
Bupati Batu Bara Syukuran Rampungnya Jalan Program Inpres, Akses Talawi–Datuk Tanah Datar Kini Makin Lancar
Zakiyuddin Harahap Hadiri Perayaan Bastille Day, Medan dan Prancis Perkuat Peluang Kerja Sama
Stok BBM Aman tapi SPBU Sempat Kosong, ESDM Ungkap Masalah Distribusi di Sumut
Gerak Cepat Pemprov Sumut, Tiga Daerah Jadi Prioritas Penghapusan Pasung ODGJ
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru