BREAKING NEWS
Sabtu, 18 Juli 2026

Sosok Ibra, Bocah SD Asal Boyolali yang Temukan Celah Keamanan Sistem NASA

Raman Krisna - Sabtu, 18 Juli 2026 14:56 WIB
Sosok Ibra, Bocah SD Asal Boyolali yang Temukan Celah Keamanan Sistem NASA
Siswa bernama Ibrahim Al Abrar, atau akrab disapa Ibra, berhasil menemukan celah keamanan pada NASA. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BOYOLALI — Seorang siswa sekolah dasar (SD) asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, mencuri perhatian publik setelah berhasil menemukan celah keamanan pada salah satu sistem atau domain publik milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Siswa tersebut bernama Ibrahim Al Abrar, atau akrab disapa Ibra.

Bocah yang kini duduk di kelas 6 SDN 3 Genengsari, Kecamatan Kemusu, Boyolali, itu mendapatkan surat apresiasi resmi dari NASA tertanggal 9 Juli 2026 atas temuannya di bidang keamanan siber.

Baca Juga:

Ibra merupakan putra pasangan Aminuddin Salas dan Hannisa Oktaviani. Ayahnya bekerja sebagai guru Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMKN Kemusu, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga.

Ketertarikan Ibra terhadap dunia teknologi bermula dari kegemarannya bermain gim.

Dengan dukungan keluarga, ia mulai belajar membuat gim menggunakan teknologi coding secara mandiri.

Dalam beberapa bulan terakhir, minatnya berkembang ke bidang keamanan siber atau cybersecurity.

Ia mempelajari berbagai materi melalui internet, video pembelajaran YouTube, hingga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

"Cybersecurity itu dapat saran-saran kakak-kakak online," kata Ibra.

Dari proses belajar tersebut, Ibra kemudian mencoba mencari berbagai celah keamanan pada sistem digital.

Salah satu target yang dipelajarinya adalah sistem milik NASA.

Ibra akhirnya menemukan kerentanan berupa broken link hijacking pada salah satu domain publik NASA.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP) milik NASA.

Laporan tersebut selanjutnya diverifikasi oleh pihak NASA hingga akhirnya Ibra mendapatkan surat apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya membantu meningkatkan keamanan sistem lembaga antariksa tersebut.

Ayah Ibra, Aminuddin, mengatakan proses hingga mendapatkan apresiasi dari NASA membutuhkan waktu.

Sebelumnya, putranya sudah beberapa kali mengirim laporan terkait celah keamanan.

"Kemarin bisa dapat sertifikat NASA itu karena nyari kerentanan di web NASA. Menemukan broken link hijacking. Terus dilaporkan lewat VDP. Lapornya sebenarnya sudah hampir 2 bulan, tapi baru dibalas tanggal 9 Juli, dapat sertifikat itu," kata Aminuddin.

Dari empat laporan yang dikirimkan Ibra kepada NASA, satu laporan diterima dan mendapat apresiasi.

Satu laporan lainnya telah disetujui namun masih menunggu tindak lanjut.

Sementara satu laporan ditolak dan satu lainnya dinyatakan sebagai duplikasi karena sudah lebih dulu ditemukan pihak lain.

Meski masih berusia sekolah dasar, Ibra memiliki cita-cita untuk menjadi seorang profesional di bidang keamanan siber.

Orang tuanya berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi agar Ibra terus mengembangkan kemampuannya sekaligus menginspirasi anak-anak lain untuk memanfaatkan teknologi secara positif.

"Kalau saya sebagai orang tua, harapannya, ini kan masih awal. Harapannya bisa tambah semangat habis dapat itu (surat apresiasi dari NASA). Mungkin ke depannya bisa dapat bug bounty, biar bisa tambah semangat lagi," ujar Aminuddin.


Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini memberikan kesempatan luas bagi anak-anak untuk belajar, selama memiliki kemauan dan rasa ingin tahu.

"Dan mungkin bisa jadi motivasi untuk anak-anak lain yang juga suka IT, ternyata kalau sebenarnya ada niat belajar itu semuanya sekarang itu bisa, mudah gitu. Ada internet, ada AI, ada YouTube. Tinggal niat anaknya masing-masing saja," tambahnya.

Keberhasilan Ibra menjadi bukti bahwa kemampuan di bidang teknologi dapat berkembang sejak usia dini.

Dengan pembelajaran yang tepat, anak-anak Indonesia juga mampu berkontribusi dalam dunia digital hingga mendapat pengakuan dari lembaga internasional.* (cn/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Japorman Saragih Minta Rp150 Juta Dana Kantor DPD PDIP Sumut Dikembalikan, Kader PDIP Medan Kritik Elite DPD Sumut: Jangan Lupakan Jasanya
TPA Terjun Akan Overload 2029, Apa Solusi Pemko Medan Atasi Ledakan Sampah?
Indonesia Jadi Negara Pendiri WAICO, Airlangga Sebut AI Bisa Dorong Ekonomi Digital hingga US$366 Miliar pada 2030
Update Harga Pangan Sabtu 18 Juli 2026: Cabai Turun tapi Ayam dan Telur Melonjak
MD Entertainment Foundation Salurkan 500 Pasang Sepatu untuk Siswa Muhammadiyah Bener Meriah, Dorong Semangat Belajar Anak Aceh
Ketika Efisiensi Harus Menghasilkan Manfaat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru