Bupati Asahan Lepas Pawai Kebangsaan dan Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih
ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin memimpin Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih sebagai bentuk penguatan semangat nasionalisme
PEMERINTAHAN
Yogyakarta – Dalam upaya meningkatkan keselamatan di jalan raya, Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan, meluncurkan program pelatihan pertolongan pertama untuk pengemudi ojek online (ojol) di Yogyakarta. Pelatihan ini ditujukan kepada 3 ribu pengemudi ojol yang akan dilatih hingga Oktober mendatang. Langkah ini diambil untuk mengurangi fatalitas korban kecelakaan lalu lintas dengan memberikan penanganan pertama yang tepat.
“Berdasarkan data masih banyak pengendara yang mengalami kecelakaan dengan akibat fatal. Padahal ada anak, ada istri, ada suami yang menunggu di rumah. Niat baik ini kemudian kita kemas dalam bentuk latihan teman-teman ojol,” ujar Irjen Pol Suwondo Nainggolan di Ditlantas Polda DIY, Jumat (19/7).
Suwondo menjelaskan bahwa jika para pengemudi ojol menemukan kecelakaan di jalan raya, mereka akan mampu memberikan pertolongan pertama dengan baik dan benar. Para pengemudi ojol juga akan dibekali dengan bantuan penyangga leher untuk membantu korban kecelakaan.
“Sebanyak 3 ribu ojol akan mendapatkan pelatihan ini semua. Sarapan pagi sambil berlatih. Pelatihan ini akan berlangsung terus sampai bulan Oktober,” jelas Suwondo.
Tidak Salah Angkat KorbanPelatihan ini diharapkan dapat membantu para pengemudi ojol untuk memberikan pertolongan pertama tanpa risiko memperparah kondisi korban kecelakaan. “Yang paling banyak di masyarakat selain polisi itu teman-teman ojol. Dan mereka akan memiliki kemampuan kuratif ini dengan kemampuan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Setidaknya ketika mengangkat korban tidak salah dalam pengangkatan,” tegas Suwondo.
Kemampuan yang diajarkan tidak hanya terbatas pada penanganan korban kecelakaan lalu lintas tetapi juga pada penanganan pertama orang yang pingsan. “Sering kita pakai satu cara tepok-tepok, kasih teh manis, padahal itu mungkin dalam kesehatan memperburuk, bukan memperbaiki,” tambah Suwondo.
Penanganan pertama pada kecelakaan ini diharapkan Suwondo bisa dimiliki oleh seluruh masyarakat Yogyakarta, bukan hanya ojol. “Itu konsep ke depannya seperti itu,” bebernya.
Kata Dinas KesehatanKepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, yang turut hadir di acara tersebut mengatakan pelatihan seperti ini memang diperuntukkan untuk masyarakat. “Bantuan Hidup Dasar program ini untuk masyarakat. Kalau tenaga kesehatan sudah punya kemampuan yang lebih,” kata Pembajun.
BHD ini penting karena suatu saat pasti akan ditemui oleh masyarakat kondisi-kondisi seperti menemukan kecelakaan lalu lintas dan lain-lain. “50 orang (ojol) yang akan mendapat pelatihan pertama ini akan menjadi contoh untuk kemudian membantu teman-teman yang lain,” bebernya.
Cover Kota, Bantul, SlemanSebelumnya, Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Alfian Nurrizal mengatakan bahwa pengemudi ojol yang jumlahnya amat banyak di lapangan memiliki potensi besar untuk membantu masyarakat yang mengalami musibah kecelakaan. “Ojol ini kan banyak ada sekitar 25 sampai 30 ribu. Nah, sekarang saya lihat ojol ini tiap hari anggap 3 ribu itu bisa meng-cover Kota Yogya, Sleman, dan Bantul. Artinya ojol bisa melihat ketika mungkin keterbatasan jumlah anggota yang patroli, dia bisa melihat adanya kecelakaan,” kata Alfian melalui sambungan telepon, Minggu (14/7) lalu.
Dengan pelatihan ini, diharapkan para pengemudi ojol bisa menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas, sehingga dapat mengurangi angka fatalitas korban kecelakaan. Langkah ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan inovasi dari Polda DIY untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan peduli terhadap sesama.
Reaksi WarganetBerbagai tanggapan positif datang dari masyarakat, terutama pengguna media sosial yang memuji inisiatif Polda DIY. Mereka menyadari pentingnya pelatihan semacam ini untuk mengurangi angka kecelakaan fatal di jalan raya.
“Langkah yang sangat baik! Semoga semakin banyak orang yang peduli dan terlatih dalam memberikan pertolongan pertama,” tulis salah satu pengguna Twitter.
“Salut buat Polda DIY yang memberikan pelatihan ini. Semoga ojol-ojol kita bisa lebih sigap dalam menolong sesama di jalan,” tambah pengguna lainnya.
Dengan adanya program pelatihan ini, diharapkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama bisa meningkat, sehingga lebih banyak nyawa yang bisa diselamatkan di jalan raya.
(N/014)
ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin memimpin Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih sebagai bentuk penguatan semangat nasionalisme
PEMERINTAHAN
JAKARTA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan hasil riset dan inovasi dalam 12 klaster kepada Presiden Prabowo Subianto di
NASIONAL
JAKARTA Tim kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, menegaskan bahwa permohonan prapera
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (BRT) atau Ru
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Polda Metro Jaya merespons putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang tidak menerima gugatan praperadilan ke
NASIONAL
JAKARTA Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 yang mencapai 5,29 persen secara tahunan (yearonyear/yoy) mendapat apresiasi
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap penyebab banyaknya kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG).Kami melihat beberapa sebab,
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku menjadi menteri paling tidak beruntung karena harus menghadapi berbagai t
EKONOMI
SEOUL Pemerintah Korea Selatan mengungkapkan Indonesia telah berupaya memfasilitasi pembicaraan antara Seoul dan Pyongyang. Namun, usulan
INTERNASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan hukuman mati bagi pelaku korup
NASIONAL