Prabowo Guyon soal '3 Kancil Politik', Dasco, Cak Imin, dan Bahlil Disebut Berbahaya jika Berkumpul
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melontarkan sejumlah candaan saat menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke28 Partai Kebangki
NASIONAL
JAKARTA -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan langkah penting dalam upaya penyidikan kasus korupsi yang melibatkan Harun Masiku, tersangka utama dalam skandal penyuapan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI. Pada hari Kamis (18/7), KPK memeriksa seorang saksi kunci dalam kasus ini, yakni Dona Berisa, mantan istri dari Saiful Bahri, yang sebelumnya telah menjadi terpidana terkait kasus penyuapan eks komisioner KPU, Wahyu Setiawan.
Menurut juru bicara KPK, Tessa Mahardhika, pemeriksaan terhadap Dona Berisa dilakukan di Gedung KPK untuk mendalami pengetahuannya terkait dugaan keberadaan Harun Masiku dan kemungkinan adanya upaya perintangan terhadap penyidikan kasus tersebut. Harun Masiku telah menjadi buronan KPK sejak tahun 2020, meskipun kasusnya telah memasuki proses persidangan.
Latar Belakang KasusKasus ini bermula dari dugaan penyuapan yang melibatkan Wahyu Setiawan, mantan komisioner KPU yang ditangkap tangan pada Januari 2020. Wahyu Setiawan diduga menerima suap untuk memuluskan proses PAW Harun Masiku sebagai anggota DPR RI menggantikan Riezky Aprilia. PAW ini dilakukan agar Harun Masiku dapat menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024.
Dalam persidangan Wahyu Setiawan, terungkap bahwa uang suap sebesar Rp 600 juta diduga diterima melalui perantara Saiful Bahri, mantan suami dari Dona Berisa. Uang tersebut disebutkan merupakan bagian dari upaya Harun Masiku untuk mempercepat proses PAW di DPR RI.
Pemeriksaan Terhadap Dona BerisaDona Berisa, yang hadir sebagai saksi dalam pemeriksaan hari ini, diduga memiliki informasi penting terkait aliran dana suap dan hubungan antara Saiful Bahri dengan Harun Masiku. KPK berharap dapat mengungkap lebih lanjut mengenai peran serta Dona dalam rangkaian transaksi keuangan yang terkait dengan kasus ini.
Saat ditanya mengenai isi pemeriksaan tersebut, Tessa Mahardhika menyampaikan, “Pemeriksaan terhadap Dona Berisa dilakukan untuk mendapatkan klarifikasi serta memperdalam informasi terkait kasus penyuapan yang melibatkan Harun Masiku. Kami berkomitmen untuk mengungkap seluruh fakta dan pelaku di balik kasus ini.”
Buronan Harun MasikuMeskipun KPK telah berhasil menjalankan proses hukum terhadap sejumlah terdakwa terkait kasus ini, termasuk Wahyu Setiawan dan beberapa perantara, Harun Masiku tetap menjadi buronan. Keberadaannya yang belum terdeteksi menjadi tantangan tersendiri bagi KPK dalam menuntaskan kasus ini.
Tantangan dan Harapan ke DepanKasus ini mencerminkan tantangan besar dalam upaya memberantas korupsi di Indonesia, terutama dalam ranah politik dan perundang-undangan. Meskipun telah ada langkah-langkah hukum yang signifikan, penangkapan Harun Masiku tetap menjadi prioritas utama untuk KPK guna menegakkan supremasi hukum dan keadilan di negeri ini.
Di sisi lain, masyarakat dan aktivis anti-korupsi menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses peradilan, serta perlunya penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu terhadap siapapun yang terlibat dalam praktik korupsi.
KesimpulanKasus korupsi yang melibatkan Harun Masiku dan jaringannya menyoroti pentingnya peran KPK dalam menjaga integritas pemerintahan dan sistem politik di Indonesia. Pemeriksaan terhadap Dona Berisa merupakan bagian dari upaya KPK untuk mengungkap fakta-fakta baru yang dapat membawa kasus ini menuju titik terang yang lebih jelas.
KPK berkomitmen untuk melanjutkan upaya penyidikan dengan profesionalisme dan objektivitas, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya pemberantasan korupsi demi mewujudkan Indonesia yang bersih dari praktik-praktik korupsi.
(N/014)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melontarkan sejumlah candaan saat menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke28 Partai Kebangki
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rivai Kusumanegara, menegaskan bahwa laporan pidana terkait dugaan fitnah menge
NASIONAL
BANDA ACEH Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem melantik sebanyak 248 kepala SMA, SMK, dan SLB seAceh di Anjong Mon Mata, Kompleks Meu
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Aceh menjadi pembahasan utama dalam rapat Forum Koordinasi
PEMERINTAHAN
ACEH TAMIANG Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Aceh, Marlina Muzakir Manaf, memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 bersama anakanak berkeb
PENDIDIKAN
ACEH BARAT Polda Aceh bergerak cepat menindaklanjuti arahan Kapolri terkait jembatan darurat di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, K
NASIONAL
BANDA ACEH Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo menghadiri peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 yang dig
NASIONAL
BANDA ACEH Prakiraan cuaca di Provinsi Aceh pada Jumat (24/7) didominasi kondisi berawan di sejumlah wilayah. Meski demikian, hujan ringan
NASIONAL
MEDAN Prakiraan cuaca di Provinsi Sumatera Utara pada Jumat (24/7) didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sebagian bes
NASIONAL
JAKARTA Prakiraan cuaca di Provinsi DKI Jakarta pada Jumat (24/7) didominasi kondisi cerah di seluruh wilayah. Cuaca yang bersahabat diper
NASIONAL