Bahas Narkoba Hingga Asusila Kapolres Aceh Timur Turun Langsung 'Ngopi Bareng' Warga Peudawa
ACEH TIMUR Kapolres Aceh Timur AKBP Aris Cai Dwi Susanto menggelar ngopi bareng bersama elemen masyarakat di Kecamatan Peudawa, Rabu (30/9/
NASIONAL
JAKARTA -Polda Metro Jaya kembali menggelar Operasi Patuh Jaya 2024 sebagai upaya untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. Kegiatan yang akan berlangsung selama dua pekan, dari 15 hingga 28 Juli 2024, ini dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto.
Fokus Operasi dan Sasaran PelanggaranIrjen Karyoto mengungkapkan bahwa operasi ini akan memprioritaskan penindakan terhadap beberapa jenis pelanggaran yang sering terjadi di jalan raya. Salah satunya adalah penggunaan pelat nomor palsu yang kerap dimanfaatkan oleh beberapa instansi untuk mengelabui pihak berwenang.
“Kemudian sasaran yang lain adalah terhadap pelat kendaraan palsu, atau pelat yang seperti kemarin banyak beberapa pelat instansi khusus yang dipalsukan,” jelas Karyoto di Polda Metro Jaya.
Penanganan Strobo dan Pelanggaran LainnyaSelain itu, Irjen Karyoto juga menyoroti penggunaan strobo yang tidak sesuai peruntukannya. Penggunaan ini sering kali menjadi keluhan masyarakat karena dapat mengganggu ketertiban lalu lintas, terutama dalam situasi darurat seperti penggunaan ambulans.
“Masyarakat sering kali mengeluhkan penggunaan strobo yang tidak benar, yang mengganggu jalur darurat. Di jalan tol, jalur emergency atau sebelah kiri harus diprioritaskan untuk situasi darurat,” tegas Karyoto.
Bahaya Melawan Arus dan Upaya PencegahanMasalah melawan arus juga menjadi perhatian serius dalam operasi ini. Meskipun terkesan sepele, tetapi tindakan ini dapat membahayakan pengguna jalan lainnya dan sering kali berujung pada kecelakaan.
“Ironisnya, tindakan seperti melawan arus ini sudah menyebabkan korban jiwa. Masyarakat perlu sadar akan bahayanya dan Polda Metro Jaya akan meningkatkan patroli di titik-titik rawan pelanggaran tersebut,” imbuh Karyoto.
Pendekatan Preventif dan EdukasiPolda Metro Jaya menekankan bahwa pendekatan dalam operasi ini tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dan edukatif. Tindakan penilangan dianggap sebagai langkah terakhir setelah upaya edukasi tidak membuahkan hasil.
“Kami akan lebih mengutamakan upaya preventif dan edukasi. Represif hanya akan kami lakukan jika diperlukan sebagai langkah terakhir setelah edukasi tidak membuahkan hasil,” jelas Karyoto.
(N/014)
ACEH TIMUR Kapolres Aceh Timur AKBP Aris Cai Dwi Susanto menggelar ngopi bareng bersama elemen masyarakat di Kecamatan Peudawa, Rabu (30/9/
NASIONAL
MEDAN Rumah Sakit Adam Malik Medan memperkuat layanan jantung dengan menghadirkan teknologi Pulse Field Ablation (PFA) untuk menangani pas
KESEHATAN
BOGOR Temuan hunian dengan fasilitas mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendapat sorotan media asing. Kasus t
NASIONAL
MEDAN Kualitas udara di Kota Medan pada Rabu (30/9/2026) tercatat masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Berdasarkan data peman
KESEHATAN
JAKARTA Ombudsman RI mengungkap dugaan pungutan liar (pungli) di Rutan Kelas I Pondok Bambu, Jakarta Timur. Warga binaan disebut harus memb
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kolonel TNI Cba Harfan Bahar didakwa memesan narkotika jenis sabu dan ekstasi dari mantan pacarnya, Januwati. Dalam dakwaan disebutka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. OK Saidin mengusulkan pembentukan Komite Integritas Riset Nasi
PENDIDIKAN
JAKARTA Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2024 yang memp
POLITIK
LUBUK PAKAM Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Deli Serdang tercatat sebesar 7,69 persen berdasarkan data Badan Pusat Statisti
EKONOMI
JAKARTA Penghasilan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ditetapkan berkisar Rp6,3 juta hingga Rp8,3 juta per bulan. Pemerin
EKONOMI