Sentuhan Humanis di Pidie! 500 Warga Antusias Serbu Bakti Kesehatan dan Terima Kursi Roda dari Polri
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JAKARTA -Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Indonesia menampilkan panggung politik yang semakin memanas dengan berbagai nama besar yang muncul di bursa calon. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), sebagai salah satu kekuatan politik utama, tidak tinggal diam dalam menghadapi kontestasi politik mendatang. Sejumlah kader terbaik mereka, termasuk menteri di Kabinet Indonesia Maju, dipersiapkan untuk meramaikan pertarungan politik di berbagai daerah.
PDIP telah menyiapkan beberapa tokoh kunci untuk bertarung dalam Pilkada 2024. Salah satu yang mencuat adalah Menteri Sosial, Tri Rismaharini, yang telah digadang-gadang sebagai salah satu calon potensial. Di samping itu, Menpan-RB Azwar Anas dan Menseskab Pramono Anung juga turut meramaikan daftar calon yang didukung oleh PDIP.
“Saya melihat ada Ibu Risma, Pak Abdullah Azwar Anas, Pak Pramono Anung ini laris manis ada yang diusung di Jakarta ada yang diusulkan di Jawa Timur,” ungkap Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, di Gelora Bung Karno, Jakarta.
Pada tingkat lokal, PDIP juga menyiapkan kader-kader terbaiknya yang saat ini menjabat sebagai kepala daerah petahana untuk ikut serta dalam Pilkada Jawa Timur. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Bupati Trenggalek, Nur Arifin, dan Bupati Sumenep, Nur Fauzi, telah disebut-sebut sebagai calon yang akan didukung oleh partai tersebut.
Meskipun demikian, PDIP juga aktif menjalin kerja sama dengan partai lain di Jawa Timur, seperti PKB dan Gerindra, untuk memastikan dukungan yang kuat bagi calon yang diusungnya. “Keputusan mengenai calon yang akan diusung PDIP akan diumumkan pada waktu yang tepat. Ini adalah proses yang sangat dinamis, dan partai terus mendorong kader-kader internalnya untuk maju,” tambah Hasto.
Di sisi lain, PDIP tetap konsisten dalam mendukung pasangan Eri Cahyadi-Armuji untuk Pilwalkot Surabaya 2024. “PDIP memiliki pendekatan yang nyaman dalam bekerja sama, sehingga banyak pasangan calon yang tetap didukung oleh partai ini,” jelas Hasto.
Dengan memiliki 21 kursi di DPRD Jawa Timur berdasarkan hasil Pemilu 2024, PDIP masih membutuhkan dukungan koalisi dengan partai lain untuk dapat mengusung calon gubernur sendiri dalam Pilkada Jatim. Ini menunjukkan bahwa dinamika politik di tingkat daerah semakin kompleks, di mana strategi koalisi menjadi kunci dalam meraih kemenangan.
Pilkada 2024 diharapkan akan menjadi ajang yang menarik untuk melihat bagaimana PDIP, sebagai salah satu kekuatan politik dominan, mengatur strategi dan taktik mereka dalam meraih dukungan publik serta mempertahankan basis politiknya di Jawa Timur dan daerah lainnya.
(N/014)
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan mengalami kebangkitan besar dalam beberapa tahun mendatang. Namun, Prabowo men
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti sejumlah siaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi di depan Gedu
NASIONAL
JAKARTA Tembakan gas air mata kembali dilepaskan ke arah kerumunan massa di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pejompongan Raya, Jakart
PERISTIWA
LANGKAT Tim futsal putri SMK Negeri 2 Binjai berhasil meraih juara 2 dalam turnamen Piala RA CUP yang digelar di Gedung Olahraga Langkat.
OLAHRAGA
JAKARTA Anas Urbaningrum menilai perdebatan mengenai pernyataan Budi Arie di hadapan Presiden Joko Widodo soal kemungkinan perubahan sebel
POLITIK
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kesediaannya menjadi Orang Tua Asuh bagi para nazir wakaf di
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ha
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA