37 Siswa dan Guru di Timor Tengah Selatan Diduga Keracunan MBG
NTT Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara
PERISTIWA
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyoroti potensi besar sumber daya alam non-tambang yang dapat menjadi pilar ekspor utama bagi Indonesia. Salah satunya adalah buah durian, yang beliau sebut memiliki potensi ekspor yang signifikan.
Menko Luhut menegaskan bahwa sumber daya alam seperti durian bukan hanya sekadar potensi, tetapi telah membuktikan kontribusinya dengan nilai ekspor mencapai US$ 2,4 miliar atau sekitar Rp 41 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa durian memiliki posisi strategis dalam memperkuat perekonomian nasional.
“Satu proyek yang kita ga pernah lihat adalah durian,” ujar Menko Luhut, menyoroti kurangnya perhatian terhadap potensi ekonomi dari sektor pertanian, khususnya buah-buahan. Ia juga menekankan bahwa Indonesia tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan, seperti ekspor nikel yang diperkirakan mencapai US$ 38 miliar dan bahkan US$ 70 miliar pada tahun 2030.
Lebih lanjut, Menko Luhut menggambarkan bahwa Indonesia kaya akan sumber daya alam lainnya yang bisa mendukung perekonomian, seperti rumput laut (seaweed), lobster, dan komoditas lainnya. Dalam konteks ini, potensi pertanian dan perikanan di Indonesia menjadi fokus penting yang belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan optimal.
Pernyataan Menko Luhut ini menyoroti pentingnya diversifikasi ekonomi, di mana sektor pertanian dan perikanan memiliki peran yang krusial sebagai alternatif dari ketergantungan terhadap sektor tambang. Keberagaman sumber daya alam yang dimiliki Indonesia memungkinkan negara untuk memperluas pasar ekspor dan meningkatkan pendapatan nasional secara berkelanjutan.
Reaksi terhadap pernyataan Menko Luhut juga mencerminkan optimisme terhadap potensi ekonomi dari sektor-sektor non-tambang. Para pengamat ekonomi dan pelaku industri menyambut baik penekanan ini sebagai langkah positif dalam mengembangkan potensi ekonomi yang belum sepenuhnya tereksplorasi.
Dengan demikian, upaya pemerintah untuk lebih memperhatikan sektor pertanian, terutama dalam pengembangan komoditas unggulan seperti durian, merupakan langkah strategis untuk membangun fondasi ekonomi yang kokoh dan berkelanjutan di masa depan.
(N/014)
NTT Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara
PERISTIWA
ASAHAN Wakil Bupati Asahan, Rianto, menegaskan komitmen kuatnya dalam menjaga kelestarian infrastruktur jalan. Ia mengimbau para pengusa
PEMERINTAHAN
BANTEN Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji mengunjungi wilayah adat Baduy di Kabupaten Lebak, Ba
NASIONAL
JAKATA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengklarifikasi polemik rencana penentuan status aktivis HAM oleh tim asesor yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Rencana pemerintah untuk menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) dalam 23 tahun ke depan dinilai belum realistis tanpa tr
EKONOMI
JAKARTA Mantan istri komedian Andre Taulany, Rien Wartia Trigina atau Erin, melaporkan balik asisten rumah tangganya berinisial HW ke Po
ENTERTAINMENT
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Belawan menuntut hukuman mati terhadap terdakwa Aditya Ramdani dalam perkara peredaran
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari meminta masyarakat tidak terjebak pada potongan pernyataan dalam p
NASIONAL
BATU BARA Masyarakat Kabupaten Batu Bara kini sedang menanggung beban ganda. Dua kebutuhan pokok vital, yakni gas Elpiji 3 kg dan minyak
EKONOMI
BANDA ACEH Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh meminta Pemerintah Aceh mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur pembatasa
PEMERINTAHAN