BREAKING NEWS
Minggu, 22 Februari 2026

Jokowi Bantah Bansos Untuk Pelaku Judi Online!

BITVonline.com - Rabu, 19 Juni 2024 08:07 WIB
Jokowi Bantah Bansos Untuk Pelaku Judi Online!
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JATENG -Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tegas membantah adanya pemberian bantuan sosial (bansos) untuk pelaku judi online. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Negara saat kunjungan di Karanganyar, Jawa Tengah, pada Rabu (19/6/2024). Dalam kesempatan tersebut, Jokowi memberikan klarifikasi mengenai polemik yang berkembang mengenai isu bansos untuk pelaku judi online yang sedang ramai dibicarakan.

Secara lugas dan tanpa keraguan, Jokowi menegaskan bahwa tidak ada kebijakan pemberian bansos kepada pelaku judi online. “Enggak ada! Tidak ada pemberian bansos untuk pelaku judi online,” ucap Jokowi dengan suara lantang kepada wartawan yang hadir dalam kunjungan tersebut. Pernyataan ini memberikan kejelasan bahwa spekulasi dan berita yang beredar sebelumnya tidak memiliki dasar yang valid.

Masih dalam konteks yang sama, Presiden Jokowi juga menjelaskan mengenai regulasi terkait aturan bansos untuk korban dari perilaku judi online. Ia menyatakan bahwa aturan tersebut belum dibuat, menegaskan bahwa pemerintah belum menetapkan kebijakan konkret terkait pemberian bantuan kepada pihak-pihak terdampak dari kegiatan judi online.

Sebelumnya, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy telah memberikan penjelasan terkait isu ini. Muhadjir mengklarifikasi bahwa yang menjadi sasaran penerima bansos adalah keluarga yang menjadi korban dari praktik judi online, bukan para pelaku. Menurut pandangan Muhadjir, bantuan tersebut bertujuan untuk membantu keluarga yang terdampak, terutama anak-anak dan istri dari pelaku judi online.

Klarifikasi dari Jokowi ini merupakan upaya untuk menghilangkan kebingungan dan mencegah penyebaran informasi yang tidak benar di masyarakat terkait kebijakan bansos. Dengan menyampaikan informasi secara langsung dan jelas, Presiden berupaya untuk memberikan kepastian kepada publik bahwa pemerintah tidak mendukung atau memberikan insentif kepada pelaku kejahatan online semacam judi online.

Polemik terkait judi online dan dampak sosialnya memang sering kali menjadi sorotan di masyarakat. Keberadaan praktik judi online dinilai dapat berdampak negatif terhadap stabilitas sosial, khususnya dalam lingkup keluarga. Oleh karena itu, respons pemerintah dalam memberikan bantuan kepada keluarga yang terdampak diharapkan dapat memberikan perlindungan sosial yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Dengan penjelasan yang tegas dan klarifikasi langsung dari Presiden Jokowi, diharapkan bahwa masyarakat dapat memahami dengan baik bahwa kebijakan pemerintah dalam hal ini adalah untuk melindungi dan mendukung korban, bukan untuk memberikan insentif kepada pelaku kejahatan.

Sebagai penutup, penegasan Jokowi ini mengirimkan pesan yang kuat bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga keadilan sosial dan mengatasi masalah sosial yang kompleks, termasuk dalam konteks digital dan kejahatan online.

(n/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru