BREAKING NEWS
Kamis, 11 Juni 2026

Guru Besar UGM Tak Berani Berharap pada Putusan MK

BITVonline.com - Minggu, 21 April 2024 07:47 WIB
Guru Besar UGM Tak Berani Berharap pada Putusan MK
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA –Menghadapi momen penting pembacaan putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 oleh Mahkamah Konstitusi (MK) besok, Profesor Koentjoro, seorang Guru Besar Psikologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), mengungkapkan keraguan dan kehati-hatian dalam menyikapi hasil putusan tersebut. Dalam suasana yang penuh ketegangan dan spekulasi politik, Profesor Koentjoro mengungkapkan bahwa banyak tanda-tanda yang membuatnya kurang berani berharap pada putusan MK.

“Saya tidak terlalu berani berharap karena ketika empat menteri diminta menjadi saksi di MK, banyak orang berharap mereka akan banyak membantu tetapi ternyata tidak sesuai dengan harapan,” kata Prof Koentjoro dengan tegas. Sikap kritis dan realistisnya mencerminkan keprihatinan yang mendalam terhadap integritas dan independensi lembaga hukum di negara ini.

Meskipun demikian, Profesor Koentjoro menegaskan bahwa dirinya bukanlah seorang partisan politik. Bagi beliau dan para sivitas akademika, tugas utama adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjaga keberadaban. “Kita harus tetap menjaga mood, menjaga situasi ini agar apa pun yang besok terjadi perjuangan harus tetap kita tegakkan. Kita tidak boleh lelah memperjuangkan kebenaran dan keadilan,” paparnya dengan mantap.

Pandangan kritis Profesor Koentjoro terhadap dinamika politik dan hukum di negara ini juga meliputi peran perguruan tinggi dalam menjaga nilai-nilai kebenaran dan integritas. Beliau mengungkapkan keprihatinan atas peran guru besar yang seringkali terkacaukan, dimana ada yang berasal dari kalangan akademisi murni dan ada pula yang berasal dari kalangan politisi.

Dalam konteks ini, UGM dianggapnya sebagai kampus rakyat yang selalu bersama rakyat dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan. “Kita kampus rakyat, kampus perjuangan makanya kita memperjuangkan. Kita memiliki jati diri bangsa, jati diri UGM, berdasarkan jati diri itulah kita berjuang,” tegas Profesor Koentjoro.

Dengan keprihatinan dan semangat perjuangan yang diungkapkan Profesor Koentjoro, diharapkan bahwa nilai-nilai keadilan, kebenaran, dan integritas akan terus dijaga dan diperjuangkan oleh seluruh elemen masyarakat, terutama dalam konteks hukum dan politik yang menjadi pilar utama kestabilan bangsa.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru