JAKARTA – Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap remaja berinisial MAS (14), yang membunuh ayahnya, APW (40), dan neneknya, RM (69), serta melukai ibunya, AP (40), di Cilandak, Jakarta Selatan. Dari hasil pemeriksaan sementara, pihak kepolisian memastikan bahwa tidak ada indikasi gangguan kejiwaan pada tersangka.
Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi, mengatakan bahwa pihaknya belum menemukan tanda-tanda gangguan jiwa pada MAS. “Untuk sementara ini, dari pemeriksaan dan keterangan dari keluarganya, tidak ada indikasi gangguan kejiwaan,” ujar Nurma Dewi kepada wartawan pada Rabu (4/12).
Meskipun demikian, penyidik masih terus mendalami kasus ini dan memeriksa lebih lanjut kondisi mental serta motif di balik tindakan tragis tersebut. “Tersangka menunjukkan gelagat biasa saja setelah stabil. Kami sudah mulai bisa mengajukan pertanyaan dan dijawab dengan lancar,” tambahnya.MAS saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan ayah dan neneknya, dan ia dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, serta Pasal 351 KUHP dan/atau Pasal 44 ayat 2 dan 3 Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Mengacu pada statusnya yang masih di bawah umur, MAS tidak akan ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polres Metro Jakarta Selatan, tetapi akan dititipkan di rumah aman atau safe house milik Badan Pemasyarakatan Kementerian Sosial (Bapas Kemensos). Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak, yang mengatur perlakuan khusus bagi anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).
Dari hasil pemeriksaan sementara, MAS mengaku membunuh ayah dan neneknya setelah merasa terpengaruh oleh “bisikan gaib” yang membuatnya tidak bisa tidur. Tersangka juga mengungkapkan penyesalannya dan menangis saat dimintai keterangan. “Dia menangis dan berulang kali menyatakan menyesal,” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Rahmat Idnal, pada Senin (2/12).Pihak kepolisian juga mengungkapkan bahwa MAS bukanlah anak yang temperamental. “Yang bersangkutan adalah anak yang sopan, santun, dan penurut kepada orang tua. Dia tidak menunjukkan perilaku temperamental sebelumnya,” kata Kombes Ade Rahmat.Namun, polisi masih belum bisa menyimpulkan motif secara pasti, dan ahli psikologi forensik anak akan dilibatkan untuk memberikan pendapat lebih lanjut mengenai kondisi mental MAS.
Selama pemeriksaan, MAS juga menunjukkan keprihatinan terhadap kondisi ibunya, yang terluka dalam kejadian tersebut. “Dia bertanya mengenai kondisi ibunya dan sangat menyesal dengan apa yang telah terjadi,” tambah Kombes Ade Rahmat.Pihak kepolisian berharap dapat segera mendapatkan informasi lebih lanjut terkait alasan di balik tindakan tragis ini, agar proses penyelidikan dapat berjalan lebih jelas. Sementara itu, keluarga korban dan masyarakat setempat masih terkejut dengan kejadian tersebut, yang menyisakan pertanyaan besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan keluarga ini.
(JOHANSIRAIT)
Remaja Cilandak Bunuh Ayah dan Nenek, Polisi Dalami Motif dan Kondisi Mental Tersangka