BREAKING NEWS
Jumat, 12 Juni 2026

Kampanye Akbar Bobby-Surya di Balige Gagal Meriah, Minimnya Dukungan Jadi Sorotan

BITVonline.com - Senin, 11 November 2024 08:41 WIB
Kampanye Akbar Bobby-Surya di Balige Gagal Meriah, Minimnya Dukungan Jadi Sorotan
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BALIGE -Kampanye akbar perdana pasangan calon gubernur (Cagub) Sumut, Bobby Nasution dan Surya, yang digelar di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba pada Sabtu (9/11), berakhir dengan kekecewaan. Meski acara telah dimulai dengan berbagai hiburan rakyat, kedua calon gubernur tersebut tidak hadir di tengah keramaian acara yang dihadiri oleh ribuan pendukung dari partai pengusung mereka.

Sejak sekitar pukul 14.00 WIB, rangkaian kampanye akbar yang digelar di lapangan Balige ini dimeriahkan oleh penampilan penyanyi lokal yang tampil di atas panggung untuk menghibur masyarakat. Ketua Tim Pemenangan Bobby-Surya, Hinca Pandjaitan, mengungkapkan bahwa meski acara ini bertajuk “Pesta Demokrasi”, pasangan calon Bobby-Surya memilih untuk tidak hadir. “Hari ini kita berikan panggung hiburan rakyat, berpesta demokrasi yang riang gembira. Yang hadir adalah tim pemenangan dan partai-partai pengusung,” ujar Hinca di lokasi.

Menurut Hinca, pada awalnya kedua pasangan calon, Bobby Nasution dan Surya, direncanakan akan hadir untuk bertemu dengan para pendukung mereka. Namun, hingga acara tersebut berlangsung, keduanya memilih untuk bertahan di hotel tempat mereka menginap. “Awalnya, Bobby dan Surya akan hadir di sini, tapi ternyata mereka memilih tidak tampil di depan massa,” ujar Hinca, yang tampak kecewa dengan keputusan tersebut.

Belakangan, terungkap bahwa ketidakhadiran Bobby dan Surya disebabkan oleh minimnya jumlah massa yang hadir untuk mendukung mereka dalam kampanye akbar pertama tersebut. Mengingat Balige merupakan salah satu basis tradisional bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), banyak warga setempat yang enggan mendukung pasangan tersebut.

Bobby Nasution, yang sebelumnya dikenal dengan dukungan kuat dari Presiden Joko Widodo, kini menghadapi kenyataan pahit bahwa pamornya mulai menurun setelah Jokowi tidak lagi menjabat sebagai Presiden RI. Dalam berbagai survei yang dilakukan oleh lembaga-lembaga riset, popularitas Bobby yang semula tinggi, kini semakin merosot, terutama setelah ia beralih ke Partai Gerindra setelah sempat menjadi kader PDIP. Fenomena ini semakin jelas terasa di Kabupaten Toba, yang merupakan salah satu wilayah dengan basis PDIP yang cukup solid.

Hinca Pandjaitan, meskipun kecewa dengan keputusan Bobby-Surya, tetap berusaha menghibur para pendukung yang hadir. “Bobby dan Surya menyampaikan pesan agar Pilkada ini dilaksanakan dengan riang gembira. Nikmatilah hiburan ini dengan rasa riang gembira,” ujar Hinca, yang menekankan pentingnya pesta demokrasi meskipun dalam kondisi yang tidak ideal.

Di sisi lain, kampanye akbar pasangan calon gubernur lainnya, Edy Rahmayadi dan Hasan Basri Sagala, berlangsung sangat meriah di Kota Medan pada hari yang sama. Ribuan warga memadati Lapangan Sejati di Medan Johor untuk menyaksikan kampanye yang juga dimeriahkan oleh artis-artis nasional seperti Once Mekel dan penyanyi lainnya. Kampanye Edy-Rahmayadi terlihat jauh lebih meriah, dengan dukungan masyarakat yang sangat tinggi.

Hal ini semakin menunjukkan perbedaan signifikan dalam dukungan terhadap kedua pasangan calon di Pilgub Sumut 2024. Sementara pasangan Bobby-Surya menghadapi penurunan popularitas, pasangan Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala justru mendapat momentum yang sangat positif, ditambah dengan dukungan yang besar dari masyarakat Medan, yang merupakan kota terbesar di Sumatera Utara.

Penyebab utama dari penurunan pamor Bobby Nasution sangat jelas: ketergantungannya pada nama besar Presiden Joko Widodo. Setelah Jokowi tidak lagi menjabat sebagai Presiden, dukungan terhadap Bobby mulai menurun. Banyak masyarakat yang kini meragukan kapasitas Bobby sebagai calon gubernur yang independen, terutama setelah ia berpindah dari PDIP ke Partai Gerindra. Sebagai sosok pendatang baru di partai tersebut, Bobby juga menghadapi penolakan dari beberapa kalangan yang merasa kecewa dengan langkah politiknya.

Penurunan ini semakin terasa di kalangan basis PDIP, di mana beberapa kelompok pendukung di daerah seperti Kabupaten Toba menilai Bobby sebagai figur yang kurang memiliki kedekatan dengan mereka. Hal ini terbukti dengan minimnya dukungan yang hadir pada kampanye akbar di Balige, yang seharusnya menjadi ajang bagi Bobby untuk menunjukkan eksistensinya di wilayah tersebut.Meskipun demikian, kampanye akbar perdana Bobby-Surya tetap mempersiapkan rangkaian acara hiburan untuk menghibur masyarakat. Di malam hari, pihak tim pemenangan Bobby-Surya menyelenggarakan konser dengan menghadirkan penyanyi nasional. Hinca Pandjaitan mengingatkan kepada masyarakat yang hadir untuk tidak lupa datang pada hari pencoblosan, 27 November 2024, untuk memastikan partisipasi mereka dalam Pilgub Sumut yang akan datang.

Kampanye akbar perdana pasangan Bobby-Surya di Balige menunjukkan betapa sulitnya mereka mempertahankan dukungan yang pernah mereka peroleh. Tanpa dukungan dari Jokowi dan dihadapkan dengan penurunan pamor di berbagai daerah basis PDIP, pasangan ini harus berjuang keras untuk mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat. Sementara itu, kampanye Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala semakin menunjukkan keunggulannya, dengan dukungan SumutPilihGubernurmasyarakat yang terus mengalir.

Pemilu 2024 di Sumatera Utara ini tampaknya akan menjadi ajang pertarungan sengit antara kedua pasangan, dengan segala dinamika dan tantangannya. Dapatkah Bobby-Surya membalikkan keadaan, ataukah Edy-Rahmayadi akan terus memimpin dengan dukungan yang besar? Waktu akan menjawabnya pada hari pencoblosan 27 November mendatang.

(N/014)

0 komentar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru