Menuju Jakarta 500 Tahun: Mampukah Jadi Kota Global Tanpa Meninggalkan Warganya?
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
JAKARTA –Sebanyak 76 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) mengikuti Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Diklat Paskibraka) tingkat pusat. Diklat ini berlangsung di Desa Bahagia, Taman Wiladatika, kawasan Cibubur, Jakarta Timur, dan dihadiri oleh perwakilan putra-putri terbaik dari masing-masing provinsi di Indonesia. Mereka telah tiba di lokasi pusat pelatihan sejak Jumat, 12 Juli 2024.
Pembukaan pusat pelatihan ini diawali dengan tradisi upacara tantingan, yaitu upacara penerimaan calon Paskibraka. Upacara ini diikuti oleh seluruh peserta dan dipimpin oleh Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rima Agristina, yang bertindak sebagai Pembina Upacara Tantingan.
Upacara Tantingan dipimpin oleh calon Paskibraka asal Jawa Barat, Johanes Adhyaksa Pesik Langie. Upacara ini berlangsung khusyuk, sebagai tanda penetapan dan keteguhan hati agar para calon Paskibraka yakin dan siap mengikuti Diklat Paskibraka tingkat nasional. Dalam amanatnya, Rima Agristina menekankan pentingnya semangat dan kesanggupan dalam menjalani pendidikan dan latihan yang akan ditempuh.
“Proses tantingan adalah untuk mengetahui kesanggupan dan kepastian adik-adik apakah adik-adik benar-benar penuh semangat untuk mengikuti pendidikan dan latihan,” ujar Rima Agristina dalam amanatnya.
Upacara Tantingan ini memiliki makna mendalam bagi para calon Paskibraka. Sebagai bagian dari tradisi, upacara ini bertujuan untuk menguji kesanggupan, kesetiaan, dan kesiapan mental para peserta dalam menghadapi tantangan yang akan mereka hadapi selama masa pelatihan. Seluruh calon Paskibraka diharapkan dapat menunjukkan komitmen dan integritas tinggi sebagai calon pengibar bendera pusaka yang akan bertugas pada upacara HUT Kemerdekaan RI di Istana Merdeka.
Johanes Adhyaksa Pesik Langie, yang memimpin upacara, mengungkapkan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari tradisi ini. “Saya merasa terhormat dan bangga bisa memimpin upacara ini. Ini adalah momen penting bagi kami semua untuk menunjukkan dedikasi dan komitmen kami sebagai calon Paskibraka,” ujarnya.
Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka ini merupakan langkah penting dalam persiapan para calon Paskibraka. Selama masa pelatihan, mereka akan dibekali dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan, mulai dari kedisiplinan, kepemimpinan, hingga teknik pengibaran bendera yang baik dan benar. Pelatihan ini diharapkan dapat membentuk karakter yang kuat dan jiwa nasionalisme yang tinggi pada setiap peserta.
Diklat Paskibraka di Taman Wiladatika, Cibubur, ini juga menjadi ajang bagi para peserta untuk saling mengenal dan mempererat persaudaraan antarprovinsi. Seluruh peserta diharapkan dapat saling mendukung dan bekerja sama selama masa pelatihan, sehingga dapat menciptakan tim yang solid dan kompak.
Dalam masa pelatihan yang berlangsung, para calon Paskibraka akan menjalani berbagai kegiatan fisik dan mental yang intensif. Mereka akan dilatih oleh instruktur yang berpengalaman dan profesional, yang akan membimbing mereka menuju kesuksesan sebagai pengibar bendera pusaka.
Kegiatan Diklat Paskibraka ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pengibaran bendera, tetapi juga pada pembinaan karakter dan penanaman nilai-nilai Pancasila. Para peserta akan diajarkan untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.
Penyelenggaraan Diklat Paskibraka di Taman Wiladatika ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mencetak generasi muda yang berintegritas dan memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi teladan bagi generasi muda lainnya di seluruh Indonesia.
Dengan semangat yang tinggi dan komitmen yang kuat, 76 calon Paskibraka ini siap menjalani masa pelatihan dengan penuh dedikasi. Mereka adalah harapan bangsa yang akan membawa bendera pusaka dengan penuh kebanggaan pada upacara HUT Kemerdekaan RI mendatang.
(N/014)
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
JAKARTA Dua dari 26 tokoh yang diangkat Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak hadir d
POLITIK
JAKARTA Direktur Law Firm Pedang Keadilan & Partners Zuhri Saifudin menilai Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki peluang untuk mendiskualif
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai rangkaian perombakan pemerintahan Presiden Prabowo Su
POLITIK
MEDAN Video yang memperlihatkan seorang pedagang kaki lima (PKL) diduga dikeroyok sejumlah pria di kawasan depan Kampus Universitas Suma
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kota Medan tengah mengembangkan sistem pemerintahan digital yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan publik melal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mayjen TNI (Purn) Prof. H.C. Dr. Rido Hermawan mengajak masyarakat melihat kembali hubungan manusia dengan dirinya sendiri, sesa
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung belum menemukan indikasi keterlibatan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang dalam perka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Anwar Usman memilih tidak memberikan tanggapan mengenai perkara yang mempersoal
NASIONAL
OlehWerdha CandratrilaksitaRESHUFFLE lazimnya menjadi cara seorang presiden memperkuat kendali terhadap pemerintahannya. Menteri yang dinil
OPINI