Malam Mencekam di Ujung Tanjung: Komplotan Begal Sekap 10 Pemuda, 3 Pelaku Ditangkap Warga
TANJUNGBALAI Sebuah komplotan begal yang membawa senjata api dan senjata tajam menyekap sepuluh pemuda di kawasan Ujung Tanjung, Pasiran
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA -Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa, mengungkapkan perihal keberlanjutan penerimaan bantuan sosial (bansos) oleh pejabat eselon I di Bappenas. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara peluncuran kolaborasi pemanfaatan sistem data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis (20/6).
Suharso menyoroti fakta bahwa pejabat eselon I di Bappenas masih menerima bansos, sebuah fenomena yang menurutnya patut dipertanyakan. “Eselon I di Bappenas itu bisa menerima bansos, aneh kan. Pak Sekjen Kemenkeu ketawa kan, dan sampai sekarang Kemal (pejabat eselon I Bappenas) masih terima, kemarin saya tanya masih terima dan dia sudah berikan kepada lebih berhak,” ungkap Suharso.
Regsosek sendiri merupakan sistem pendataan kependudukan yang bertujuan untuk mencakup profil sosial ekonomi serta tingkat kesejahteraan penduduk secara komprehensif. Data dari Regsosek ini diharapkan dapat terintegrasi dengan baik antar kementerian/lembaga serta dengan pemerintah daerah hingga tingkat desa dan kelurahan.
Dalam konteks ini, Suharso berharap bahwa Regsosek dapat meningkatkan akurasi dan ketepatan dalam penyaluran bansos kepada mereka yang membutuhkan. “Informasi yang dimiliki Regsosek akan memudahkan untuk mengidentifikasi para penerima manfaat atau kelompok penerima manfaat,” tambahnya.
Penerapan Regsosek diharapkan tidak hanya sebagai alat untuk distribusi bansos, tetapi juga sebagai instrumen untuk menganalisis dan memahami lebih dalam kondisi sosial ekonomi masyarakat. Data yang terkumpul dari Regsosek diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Suharso juga menggarisbawahi bahwa meskipun Indeks Pendapatan Nasional Bruto (GNI) per kapita Indonesia saat ini mendekati USD 5.000 dan ditargetkan mencapai sekitar USD 5.500 pada tahun 2025, namun tantangan untuk mencapai kesejahteraan yang lebih tinggi masih jauh. “Kita ingin mencapai GNI per kapita sekitar USD 26.000 di masa mendatang, karena batas ambang GNI per kapita dunia terus bergerak dinamis,” jelasnya.
Dengan demikian, upaya pemerintah untuk memperkuat sistem pendataan melalui Regsosek menjadi kunci utama dalam mendukung upaya menuju kesejahteraan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Indonesia.
(N/014)
TANJUNGBALAI Sebuah komplotan begal yang membawa senjata api dan senjata tajam menyekap sepuluh pemuda di kawasan Ujung Tanjung, Pasiran
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta kembali menyelenggarakan kegiatan sosial PWI Jaya Berbagi 2026, Jumat (13
NASIONAL
MEDAN Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Brigjen Pol. Sonny Irawan, bersama Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Ca
EKONOMI
BATUBARA Dugaan praktik mafia Crude Palm Oil (CPO) ilegal kembali mencuat di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Beberapa gudang penampu
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Polda Aceh menggelar kegiatan pasar murah dalam rangka Gerakan Pangan Murah Polri Serentak di halaman Masjid Baitusshalihin U
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Kapolres Padangsidimpuan memimpin apel gelar pasukan dengan kekuatan penuh untuk mengamankan perayaan Idul Fitri 1447 H
NASIONAL
MEDAN Dua kepala lingkungan (kepling) di Kota Medan, Sumatera Utara, ditangkap polisi karena diduga menjadi bandar narkoba. Kedua pejaba
HUKUM DAN KRIMINAL
NIAS SELATAN Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,2 mengguncang Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, pada Jumat siang, 13 Maret 2026, p
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat JakartaBandung (KCJB
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka opsi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 di atas
EKONOMI