BGN: MBG Bukan Bisnis, Tapi Investasi Sosial
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa Program Makan
NASIONAL
JAKARTA -Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kembali menjadi sorotan publik setelah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam laporan tersebut, terungkap bahwa AHY memiliki harta senilai Rp 116 miliar.
Penyerahan LHKPN ini menjadi tindak lanjut kewajiban setelah AHY dilantik menjadi Menteri ATR/BPN pada bulan Februari yang lalu oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Laporan harta kekayaan tersebut mengungkapkan beberapa aset yang dimiliki AHY, termasuk tanah, bangunan, alat transportasi, surat berharga, serta harta bergerak dan lainnya.
Dari jumlah total harta yang dilaporkan dalam LHKPN, terlihat bahwa AHY memiliki sejumlah properti, di antaranya adalah bangunan seluas 90 m2 di Jakarta Selatan serta tanah dan bangunan seluas 669/460 m2, juga di Jakarta Selatan. Selain itu, AHY juga memiliki sejumlah kendaraan, seperti mobil Nissan, Mercedes-Benz, Lexus, Wuling, serta sepeda motor Vespa.
Di samping itu, tercatat pula harta bergerak lainnya serta surat berharga yang dimiliki AHY. Menariknya, dalam laporan tersebut juga terungkap bahwa AHY tidak memiliki utang.
Kehadiran AHY di pemerintahan sebagai seorang menteri, tentu saja menjadi fokus perhatian publik. Kehadirannya sebagai figur publik mengharuskan AHY untuk transparan dan akuntabel terhadap harta kekayaannya, sehingga penyerahan LHKPN ini menjadi langkah penting dalam menjaga integritas dan profesionalisme sebagai seorang penyelenggara negara.
Meskipun demikian, laporan harta kekayaan AHY ini juga memunculkan beragam reaksi dari masyarakat. Sebagian mungkin mengapresiasi transparansi yang ditunjukkan oleh AHY, namun ada pula yang mungkin akan mengkritisi jumlah kekayaan yang dimiliki oleh seorang menteri.
Kontroversi seputar harta kekayaan para pejabat publik bukanlah hal baru dalam dinamika politik Indonesia. Namun, langkah-langkah transparansi seperti penyerahan LHKPN oleh AHY diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap integritas dan akuntabilitas para penyelenggara negara.
Sebagai bagian dari media, tugas kita adalah terus mengawal dan mengkritisi berbagai dinamika di sektor politik dan pemerintahan, serta memastikan bahwa integritas dan transparansi tetap menjadi prinsip yang dijunjung tinggi dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara negara.
(N/014)
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa Program Makan
NASIONAL
MEDAN Persidangan perkara dugaan korupsi pengalihan aset negara senilai Rp263,4 miliar terkait lahan eks PT Perkebunan Nusantara (PTPN)
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Menjelang berbuka puasa, ratusan anak yatim dan dhuafa tampak berbaris rapi di Gedung Serba Guna Aceh Sepakat, Medan, membawa kant
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Pemerintah Kota Padangsidimpuan memperingati Nuzulul Qur&039an 1447 H / 2026 M pada Jumat malam (6/3/2026), selepas sh
PEMERINTAHAN
BANDUNG Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan seluruh mitra dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib segera mengurus Sertifik
NASIONAL
BOGOR Sebuah surat edaran permohonan Tunjangan Hari Raya (THR) dari Pemerintah Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, menjadi
PERISTIWA
JAKARTA Sebanyak 492 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sumatera akan ditutup sementara mulai 9 Maret 2026, karena belum
KESEHATAN
JAKARTA Ribuan massa menggelar aksi solidaritas untuk kemerdekaan Palestina bertajuk Indonesia Bukan Satpam Israel di Jalan Medan Merd
PERISTIWA
MEDAN Ketua Komisi II DPRD Medan, Kasman bin Marasakti Lubis, mengkritik pelaksanaan program mudik gratis yang digelar Pemerintah Kota Med
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pemerintah menegaskan komitmennya untuk membersihkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari praktik KKNkorupsi, kolusi, dan nepotisme
NASIONAL