BREAKING NEWS
Sabtu, 23 Mei 2026

Lesunya Penjualan Hewan Kurban: Tanda Daya Beli Masyarakat Menengah Lesu

BITVonline.com - Sabtu, 08 Juni 2024 07:00 WIB
Lesunya Penjualan Hewan Kurban: Tanda Daya Beli Masyarakat Menengah Lesu
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MAGELANG -Sejumlah pedagang hewan kurban di Pasar Hewan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengeluhkan penjualan Idul Adha 2024 yang lesu. Saroji (58), seorang pedagang, menyatakan bahwa penjualan hewan kurban tahun ini jauh di bawah penjualan tahun sebelumnya. Dalam kurun waktu kurang dari dua minggu menjelang Idul Adha, ia hanya berhasil menjual 140 ekor sapi, sementara tahun sebelumnya bisa mencapai 360 ekor. Hal serupa juga disampaikan oleh Pras (40), pedagang kerbau asal Purworejo, yang mencatat penjualan lebih rendah dibandingkan tahun lalu, terutama karena dampak banjir di beberapa wilayah.

Kendati demikian, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang, Joni Indarto, memastikan bahwa kebutuhan hewan kurban masih tercukupi, bahkan Kabupaten Magelang memiliki surplus. Namun, di tempat lain seperti Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terjadi penurunan pemotongan hewan kurban dibandingkan tahun sebelumnya. Kepala Dinas Pertanian Agam, Arief Restu, mengaitkan penurunan ini dengan melemahnya daya beli masyarakat dan adanya kejadian bencana alam.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Pertanian memastikan pasokan hewan kurban aman dan dalam kondisi sehat. Namun, Tira Mutiara, peneliti Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS), mengungkapkan bahwa jumlah orang yang berkurban dari kelas menengah-bawah diperkirakan menurun tahun ini. Hal ini disebabkan oleh kondisi ekonomi yang stagnan atau bahkan turun, yang membuat sebagian masyarakat yang mampu berkurban pada tahun sebelumnya menjadi tidak mampu melakukannya tahun ini. Meski secara keseluruhan terjadi peningkatan jumlah orang yang berkurban, terutama dari kalangan kelas terkaya.

Proyeksi ekonomi kurban Indonesia tahun 2024 mencapai Rp 28,2 triliun, dengan peningkatan sekitar 80 ribu orang yang berkurban dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, terdapat tren penurunan pekurban masyarakat kelas menengah dan peningkatan pekurban masyarakat kelas terkaya. Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan ekonomi yang semakin ekstrem di Indonesia.

Dampak penjualan hewan kurban yang lesu ini tidak hanya terasa di tingkat pasar tradisional, tetapi juga mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat secara umum. Semakin meningkatnya kesenjangan ekonomi dapat menjadi isyarat penting bagi kebijakan publik untuk lebih memperhatikan perlindungan sosial dan pemerataan ekonomi guna memastikan bahwa semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil dan merata.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru