Indonesia vs Vietnam U-19: Andi Atmoko Optimis Garuda Muda Menang 2-1 di Laga Penentuan
MEDAN Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU), Deliserdang akan jadi saksi bisu laga panas penentuan Grup A Piala AFF U19 2026. Timnas U19
OLAHRAGA
BITVONLINE.COM -Di tengah laju perekonomian yang terus berkembang, catatan terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) membawa kabar yang kurang menggembirakan, terutama bagi para petani di seluruh negeri. Pada bulan Mei 2024, indeks nilai tukar petani (NTP) merosot, mencerminkan kondisi daya beli petani yang mengalami penurunan. Kabar ini menjadi sorotan utama di kalangan pelaku ekonomi, terutama yang berkaitan langsung dengan sektor pertanian.
Menurut laporan BPS, NTP nasional pada bulan Mei 2024 mencapai angka 116,71, menandakan penurunan sebesar 0,06% dari bulan sebelumnya. Penurunan NTP ini didorong oleh turunnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,16%, yang ternyata lebih besar dibandingkan penurunan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,10%.
Penyebab Penurunan NTPPenurunan NTP ini tidak terlepas dari dinamika harga komoditas di pasar. Beberapa komoditas utama, seperti kelapa sawit, gabah, jagung, dan cabai rawit, mengalami penurunan harga yang signifikan. Di sisi lain, ada pula komoditas seperti beras, tomat sayur, cabai rawit, dan daging ayam yang menyumbang turunnya indeks harga yang dibayar petani.
Penurunan terdalam terjadi pada sektor tanaman pangan, yang mengalami penurunan sebesar 0,86%. Namun, tidak hanya sektor tanaman pangan yang terdampak. Sektor perikanan juga mengalami penurunan sebesar 0,78%, baik untuk nelayan maupun pembudidaya ikan.
Cerita di Balik AngkaMenilik lebih dalam, penurunan dan kenaikan NTP di berbagai wilayah menampilkan cerita yang beragam. Di Nusa Tenggara Barat, peningkatan NTP dipicu oleh naiknya harga jual komoditas seperti gabah dan bawang merah. Namun, di sisi lain, Sulawesi Barat mengalami penurunan terdalam NTP karena turunnya harga komoditas kelapa sawit dan kakao.
Implikasi dan HarapanPenurunan NTP pada bulan Mei 2024 membawa dampak yang cukup signifikan bagi kehidupan para petani. Menurunnya daya beli petani bisa mengganggu stabilitas ekonomi di tingkat lokal maupun nasional. Namun, di balik angka-angka statistik tersebut, terdapat harapan untuk perbaikan keadaan.
Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian perlu berkolaborasi untuk mencari solusi yang tepat guna mengatasi permasalahan ini. Dukungan dalam bentuk kebijakan yang mendukung petani serta upaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian menjadi kunci dalam memperbaiki kondisi daya beli petani di masa mendatang.
Melalui langkah-langkah strategis dan kolaborasi yang kuat, diharapkan para petani dapat kembali mendapatkan akses yang memadai untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, sehingga pertanian Indonesia dapat terus menjadi tulang punggung ekonomi yang kokoh dan berkelanjutan.
(N/014)
MEDAN Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU), Deliserdang akan jadi saksi bisu laga panas penentuan Grup A Piala AFF U19 2026. Timnas U19
OLAHRAGA
MEDAN Kuliner malam di Kota Medan selalu punya daya tarik tersendiri, terutama bagi pecinta seafood. Beragam pilihan tempat makan pinggi
PARIWISATA
JAKARTA Bank Indonesia (BI) mengambil langkah baru dengan meningkatkan remunerasi atau bunga atas pengelolaan kas pemerintah. Kebijakan
EKONOMI
JAKARTA Isu perombakan kabinet atau reshuffle di jajaran Menteri Keuangan kembali mencuat di tengah dinamika ekonomi nasional. Nama ekon
POLITIK
JAKARTA Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), muncul konsep baru yang disebut AI Sandwich sebagai pendekatan agar ma
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah belum berencana mengisi posisi dua wakil menteri (wame
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengingatkan kembali pesan Presiden Prabowo Subianto yang secara berulang mene
POLITIK
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings tidak mempermasalahkan
EKONOMI
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menanggapi usulan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai terkait pembukaan peluang
POLITIK
MEDAN Sumatera Utara memiliki banyak destinasi camping yang menarik dan mudah dijangkau dari Kota Medan. Lokasilokasi ini menawarkan peng
PARIWISATA