BREAKING NEWS
Minggu, 02 Agustus 2026

Tolak Jadi Sekadar Pasar, Indonesia Ajak India Bangun Riset AI dari Nikel hingga Talenta Muda

Adelia Syafitri - Sabtu, 01 Agustus 2026 16:37 WIB
Tolak Jadi Sekadar Pasar, Indonesia Ajak India Bangun Riset AI dari Nikel hingga Talenta Muda
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Nezar Patria, dalam acara An Overview of the AI Roadmap of Indonesia di Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026). (Foto: Dok. Kementerian Komunikasi dan Digital.)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Indonesia dan India membuka babak baru kemitraan di sektor digital melalui riset serta pengembangan teknologi hingga kecerdasan buatan (AI). Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Nezar Patria menyatakan hubungan kedua negara yang terjalin sejak era jalur rempah berabad-abad lalu kini memiliki peluang untuk dikembangkan melalui kolaborasi riset, pengembangan talenta dan infrastruktur digital, serta inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Karena India dan Indonesia bukanlah pesaing yang mengejar jalur sempit yang sama di bidang AI. Kita saling melengkapi," ujar Nezar dalam acara An Overview of the AI Roadmap of Indonesia di Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).

Nezar menyatakan India sebagai mitra alami yang berpengalaman membangun infrastruktur publik digital. Sementara itu, Indonesia memiliki bonus demografi serta sumber daya strategis untuk memperluas potensi pemanfaatan AI.

Baca Juga:

Ia menambahkan, regulasi Peta Jalan AI Indonesia menjadi pijakan untuk membawa kemitraan kedua negara ke tahap implementasi yang lebih konkret. Menurutnya, Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar bagi teknologi AI global. Pemerintah pun mendorong penguatan perangkat lunak, komputasi, pusat data, dan talenta digital agar Indonesia mampu mengambil peran lebih besar dalam pengembangan AI.

"Selama ini, persaingan global untuk AI telah memperlakukan negara-negara seperti Indonesia sebagai pasar. Tempat untuk menjual produk AI, bukan tempat di mana AI dibangun. Saya ingin menolak kerangka berpikir tersebut malam ini, dengan hormat namun tegas," tegas Nezar.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki modal kuat untuk membangun ekosistem AI, mulai dari cadangan nikel dan mineral kritis, populasi muda dalam jumlah besar, hingga posisi strategis di persimpangan Indo-Pasifik.

Momentum penguatan kemitraan kedua negara semakin terbuka setelah kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia yang menghasilkan 16 perjanjian baru. Kedua negara juga berkomitmen memperkuat kerja sama ekonomi digital, termasuk integrasi sistem pembayaran digital dan pengembangan Indonesia Open Network sebagai fondasi kolaborasi AI.

Sebagai tindak lanjut, Nezar mendorong kolaborasi yang lebih erat melalui pertukaran peneliti AI, pengembangan startup, serta peningkatan investasi riset dan pengembangan perusahaan teknologi India di Indonesia.

"Saya mengajak Indcham untuk membantu kami mengidentifikasi perusahaan-perusahaan India, mulai dari pemimpin layanan TI hingga perusahaan rintisan berbasis AI, yang siap membangun kehadiran riset dan pengembangan yang nyata di Indonesia, bukan hanya kantor penjualan," tambah Nezar.

Nezar juga menegaskan Kementerian Komunikasi dan Digital berkomitmen memastikan setiap kolaborasi Indonesia dan India memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.* (an/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Presiden Prabowo Malam Ini ke Monas, Pimpin Zikir Kebangsaan Bersama 100 Ribu Warga
Bukan Cuma Cari Juara, Rico Waas Ingin BMX Drag Bike Medan Cetak Karakter Atlet Muda
Liburan ke Langkat? Ini 4 Destinasi Alam Bahorok yang Bikin Betah Seharian
Rumah Olahan Kedelai Indonesia Diresmikan di Binjai, Dorong Penguatan Ekonomi UMKM
Gus Ipul: Negara Harus Hadir Lindungi Warga Sejak Lahir hingga Lansia
Cabai Makin Pedas, Harga Ayam dan Daging Sapi Ikut Naik di Awal Agustus 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru