Dulu Memborgol Tersangka Korupsi, Kini Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Borgol Disorot DPR
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo menyoroti proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febri
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA -Ahok, mantan Gubernur DKI Jakarta, mengungkapkan pandangannya tentang standar hidup yang layak di ibu kota. Dalam wawancara yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, Ahok menyatakan bahwa setiap keluarga di Jakarta seharusnya memiliki kemampuan keuangan minimal sebesar Rp 5 juta per bulan untuk hidup layak. Namun, menurutnya, tingkat ideal untuk tinggal di Jakarta seharusnya berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 15 juta per bulan.
“Setiap keluarga di Jakarta punya kemampuan keuangan minimal Rp 5 juta. Ideal tinggal di Jakarta itu harusnya Rp 5-10 juta. Rp 15 juta lebih bagus,” kata Ahok.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahok sebagai refleksi dari kondisi sosial ekonomi masyarakat Jakarta, terutama dalam menghadapi perubahan signifikan di masa depan, termasuk relokasi ibu kota ke Ibu Kota Negara (IKN).
Dalam konteks ini, Ahok menyoroti peran pemerintah dalam memastikan bahwa setiap warga Jakarta memiliki setidaknya pendapatan minimum tersebut. Dia menekankan pentingnya administrasi keadilan sosial untuk memastikan bahwa tidak ada warga yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Ahok juga menyuarakan pentingnya memberikan pelatihan kepada warga Jakarta yang belum atau tidak memiliki pekerjaan, agar mereka dapat menjadi lebih mandiri dan produktif dalam mencari nafkah. Dia mengusulkan pelatihan dalam berbagai bidang seperti perbaikan rumah, instalasi listrik, pemasangan pipa, dan lainnya, sehingga dapat membuka lebih banyak peluang kerja.
Menurut Ahok, pelatihan semacam itu dapat menyerap banyak tenaga kerja di Jakarta, mengingat kebutuhan akan pemeliharaan bangunan dan infrastruktur yang tinggi di kota tersebut. Dia juga menegaskan bahwa fungsi pemerintah adalah untuk melatih dan memberikan sertifikasi kepada warga agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan di pasar kerja.
“Pemerintah harus melatih dan memberi sertifikat kepada mereka. Tapi yang terutama adalah menjamin kemampuan keuangan minimal Rp 5 juta,” tandas Ahok.
Pernyataan Ahok ini mencerminkan keprihatinan akan kesejahteraan masyarakat Jakarta dan pentingnya kebijakan sosial ekonomi yang inklusif dalam memastikan bahwa semua warga dapat hidup dengan layak dan memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan mereka.
(N/014)
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo menyoroti proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febri
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penahanan terhadap mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Politisi PDI Perjuangan Rudy Hermanto menyoroti kondisi internal Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sumatera Utara yang dise
POLITIK
SURABAYA Dugaan korupsi pengelolaan keuangan Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) memasuki babak baru. Kejaksaan Ti
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjadi sorotan setelah meninggalkan rapat paripurna DPRD Sumut saat agenda pengambilan kep
POLITIK
JAKARTA Penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah tanpa mengenakan rompi tahanan dan borgol m
NASIONAL
JAKARTA Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan pada perdagangan pekan ini meski pasar masih dibayangi senti
EKONOMI
JAKARTA Perbedaan perlakuan terhadap dua tersangka kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik. Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Kh
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Sabtu (25/7/2026). Harga emas Antam
EKONOMI
JAKARTA Nama Febri Diansyah kembali menjadi perhatian publik setelah resmi mendampingi mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jam
NASIONAL