Qodari Ungkap Alasan Prabowo Perketat Pengawasan Ekspor Komoditas Strategis
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengungkap alasan Presiden Prabowo Subian
EKONOMI
JAKARTA -Suara kekecewaan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bergema di tengah Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, hari ini. Ketidakpuasannya tidak tersembunyi ketika ia mengungkapkan bahwa masih banyak provinsi yang melaporkan angka inflasi di atas rata-rata nasional yang telah ditetapkan sebesar 3,0%.
Tito Karnavian, yang sebelumnya dikenal sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia, menyoroti ketidaksetaraan dalam penurunan inflasi di seluruh negeri. Meskipun angka inflasi nasional telah berhasil dipertahankan pada level yang diinginkan, namun kenyataannya, beberapa daerah masih gagal mencapai target tersebut.
Dalam paparannya, Tito mengakui upaya keras yang telah dilakukan oleh sejumlah daerah untuk menjaga inflasi tetap stabil pada angka 3,0%. Namun, dia menekankan pentingnya untuk tidak terlena dengan angka yang telah turun tersebut. Bahkan, Tito menyoroti bahwa tidak semua daerah mampu menurunkan inflasi di bawah angka tersebut.
Pemerintah pusat tidak akan memandang remeh masalah inflasi, terutama ketika beberapa provinsi masih belum mampu mencapai target yang telah ditetapkan. Provinsi-provinsi seperti Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Bangka Belitung mendapat apresiasi atas kinerja mereka dalam menjaga inflasi pada level yang diinginkan. Namun, kekecewaan Tito muncul ketika ia menyebutkan provinsi-provinsi lain yang masih belum mampu mengejar angka tersebut, seperti Gorontalo dan Bali.
Meskipun Indonesia dapat membanggakan diri atas pencapaian inflasi yang lebih baik dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Singapura, namun tantangan tetap ada di level lokal. Tito menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak akan pernah berpuas diri dengan angka inflasi 3%. Hal ini memerlukan perhatian khusus, terutama dari penjabat gubernur di masing-masing daerah, untuk memastikan bahwa inflasi tetap terkendali.
Sebagai bagian dari rencana kerja pemerintah daerah, pengendalian inflasi menjadi prioritas yang tak terelakkan. Tito menegaskan bahwa upaya dalam mengendalikan inflasi harus diimplementasikan secara ketat, dan tidak boleh ada daerah yang terlepas dari atensi penuh dalam menghadapi tantangan ekonomi ini.
Dalam momen ini, fokus pada pengendalian inflasi bukanlah sekadar tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi merupakan upaya bersama dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah. Keberhasilan dalam mengatasi inflasi akan membawa dampak positif bagi stabilitas ekonomi nasional secara keseluruhan.
(N/014)
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengungkap alasan Presiden Prabowo Subian
EKONOMI
ANYER Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak akan mampu menangani seluruh penghitungan kerugian n
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak boleh tinggal diam terkait penahanan sejumlah
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan kesiapan dana bantuan tahap lanjutan senilai lebih dari Rp1 triliun untuk mempercepat pemu
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan meluncurkan kebijakan baru yang menanggung penuh biaya pengobatan bagi warga yang menjadi korban kejahatan jala
PEMERINTAHAN
MEDAN Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menegaskan komitmennya dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Sekolah Rakyat (SR) yang saat in
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Waas menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Medan menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 17.851 pekerja informal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) memberikan penghargaan berupa bonus beasiswa senilai Rp10 juta kepada mahasiswa dengan
PENDIDIKAN
JAKARTA Delegasi Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) atau Keuskupan Militer TNIPolri melakukan audiensi perdana ke Kedutaan Besar V
NASIONAL