Listrik Mati Total, Aktivitas Lumpuh dan Warga Resah Sepanjang Malam
Pemadaman listrik massal kembali terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, hingga Aceh
PERISTIWA
JAKARTA -Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, menjadi saksi betapa kompleksnya rekayasa arus lalu lintas saat arus mudik Lebaran tahun ini. Keterlambatan keberangkatan bus-bus dari terminal tersebut telah menjadi sorotan utama, menyoroti tantangan besar yang dihadapi oleh pengelola transportasi dan masyarakat pada umumnya.
Kepala Unit Pengelola Terminal Angkutan Jalan, Syamsul Mirwan, mengakui bahwa keterlambatan tersebut disebabkan oleh implementasi rekayasa arus lalu lintas, seperti contraflow, one way, dan ganjil genap di sejumlah ruas jalan di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap kemacetan yang biasanya terjadi selama masa arus mudik dan arus balik.
Meski para perusahaan otobus (PO) telah memiliki jadwal keberangkatan yang telah ditentukan, namun kenyataannya deretan bus tersebut terpaksa terlambat karena pembatasan lajur yang berlaku. “Karena one way dan contraflow, kendaraan hanya bisa pakai satu lajur busnya sehingga terjadi keterlambatan,” ungkap Syamsul. Hal ini tidak hanya memengaruhi keberangkatan penumpang pada kloter pertama, tetapi juga kloter-kloter berikutnya, terutama dari arah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Pemerintah bersama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan kepolisian telah menerapkan sejumlah kebijakan rekayasa lalu lintas, seperti contraflow, one way, dan ganjil-genap, yang bersifat situasional dan berdasarkan diskresi kepolisian. Meskipun tujuannya baik, yakni mengantisipasi kemacetan, namun implementasinya di lapangan menghadirkan tantangan tersendiri bagi para pengguna jalan.
Perlu diakui bahwa evaluasi terhadap kebijakan rekayasa arus lalu lintas ini menjadi penting. Sebagai bagian dari pembelajaran, pimpinan terkait perlu mengevaluasi unsur pengambilan regulasi angkutan lebaran untuk masa-masa mendatang. “Mungkin akan menjadi bahan evaluasi pimpinan terkait unsur pengambilan regulasi angkutan lebaran,” ujar Syamsul.
Dalam konteks ini, melibatkan berbagai pihak terkait seperti pengelola transportasi, pemerintah, dan masyarakat umumnya perlu dilakukan untuk menemukan solusi yang lebih efektif dan efisien dalam menghadapi arus mudik dan arus balik di masa mendatang. Dengan demikian, diharapkan pengalaman keterlambatan ini dapat menjadi titik tolak bagi perbaikan sistem transportasi yang lebih baik di masa yang akan datang.
(N/014)
Pemadaman listrik massal kembali terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, hingga Aceh
PERISTIWA
JAKARTA Koordinator Tim Hukum Troya, Refly Harun, mendesak Polda Metro Jaya untuk menghentikan penanganan perkara yang menyeret kliennya
NASIONAL
JAKARTA Tim hukum Troya (Tifa and Roy&039s Advocate) berencana melaporkan Wakil Ketua Peradi Bersatu, Lechumanan ke pihak kepolisian.
NASIONAL
JAKARTA Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menegaskan bahwa misi kemanusiaan untuk Gaza tidak akan berhenti meski sembilan relawan war
INTERNASIONAL
JAKARTA Pemerintah menyatakan kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih berada dalam posisi yang lebih kuat dibandingkan saat krisis
EKONOMI
JAKARTA Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyoroti kinerja sejumlah pejabat di lingkungan kementeriannya yang dinilai menyebabk
PEMERINTAHAN
JAKARTA PT PLN (Persero) mengungkap penyebab gangguan listrik yang menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2
NASIONAL
BANDA ACEH Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh memeriksa sebanyak 15 saksi terkait kasus kebakaran dan pengrusakan yang terjadi
HUKUM DAN KRIMINAL
SUMATRA UTARA Pemadaman listrik massal terjadi di sejumlah wilayah Sumatra Utara pada Jumat malam, 22 Mei 2026. Peristiwa yang terjadi se
PERISTIWA
DENPASAR TNI Angkatan Darat (AD) menyatakan kesiapan penuh mendukung pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan di Provinsi Bali. Duk
NASIONAL