Sementara itu, dalam perspektif psikologi, keyakinan bahwa sakit membawa hikmah atau manfaat non-medis dapat membantu proses penyembuhan.
Pasien yang memiliki harapan dan makna atas penderitaan yang dialami cenderung lebih kuat secara mental.
Namun, penting untuk diingat bahwa sikap pasrah tidak berarti menolak pengobatan.
Islam menganjurkan umatnya untuk berobat dan mencari kesembuhan, sebagaimana sabda Nabi SAW:
"Berobatlah kalian, karena Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan juga obatnya." (HR. Abu Daud)
Dengan demikian, sakit memang dapat menjadi penghapus dosa, asalkan dihadapi dengan kesabaran dan ketawakalan.
Sakit bukan hanya ujian fisik, tetapi juga ujian iman, yang jika dijalani dengan baik, menjadi jalan menuju ampunan dan peningkatan derajat di sisi Allah SWT.*