BITVONLINE.COM— Ungkapan "sakit adalah penggugur dosa" kerap kita dengar di tengah masyarakat, terutama saat seseorang tengah menghadapi ujian berupa penyakit.
Tapi benarkah dalam perspektif agama, khususnya Islam, sakit memang memiliki nilai spiritual yang dapat menggugurkan dosa?
Menurut para ulama, keyakinan bahwa sakit dapat menggugurkan dosa bukan sekadar pepatah atau bentuk penghiburan.
Hal ini memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam.
Hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim menyebutkan:
"Tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kegundahan, kesedihan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karenanya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam pandangan KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha), ulama asal Rembang yang dikenal luas karena pemahaman mendalamnya terhadap fikih dan tafsir, sakit sejatinya adalah bagian dari proses spiritualisasi seorang hamba.
"Manusia yang diuji dengan sakit, jika ia sabar dan ridha, maka itu akan menjadi sebab ampunan dari Allah SWT," ujar Gus Baha dalam salah satu pengajiannya.
Namun, ia juga menekankan bahwa pengguguran dosa tersebut berlaku apabila sakit itu dihadapi dengan ikhlas dan tanpa keluh kesah berlebihan.
"Kalau sakit malah marah-marah atau mencaci keadaan, maka itu justru bisa menjadi beban tambahan," tambahnya.
Sementara itu, dalam perspektif psikologi, keyakinan bahwa sakit membawa hikmah atau manfaat non-medis dapat membantu proses penyembuhan.
Pasien yang memiliki harapan dan makna atas penderitaan yang dialami cenderung lebih kuat secara mental.
Namun, penting untuk diingat bahwa sikap pasrah tidak berarti menolak pengobatan.
Islam menganjurkan umatnya untuk berobat dan mencari kesembuhan, sebagaimana sabda Nabi SAW:
"Berobatlah kalian, karena Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan juga obatnya." (HR. Abu Daud)
Dengan demikian, sakit memang dapat menjadi penghapus dosa, asalkan dihadapi dengan kesabaran dan ketawakalan.
Sakit bukan hanya ujian fisik, tetapi juga ujian iman, yang jika dijalani dengan baik, menjadi jalan menuju ampunan dan peningkatan derajat di sisi Allah SWT.*