BREAKING NEWS
Rabu, 14 Januari 2026

Mengapa Dua Ayat Terakhir Al-Baqarah Disebut Perisai Rumah? Ini Penjelasannya

Abyadi Siregar - Rabu, 19 November 2025 07:48 WIB
Mengapa Dua Ayat Terakhir Al-Baqarah Disebut Perisai Rumah? Ini Penjelasannya
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Gangguan gaib yang sering dirasakan di rumah kerap membuat penghuni merasa tidak nyaman.

Dalam tradisi Islam, Nabi Muhammad SAW mengajarkan sejumlah ikhtiar untuk menjaga diri dan tempat tinggal dari gangguan jin maupun energi negatif.

Salah satu amalan yang memiliki keutamaan besar adalah membaca dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah, yakni ayat 285 dan 286.

Baca Juga:

Kedua ayat tersebut berisi pengakuan keimanan, permohonan ampun, perlindungan, serta penegasan bahwa Allah SWT tidak membebani seorang hamba melebihi kesanggupannya.

Dalam sebuah riwayat yang dikutip dari buku Semua Permasalahan Tentang Jin, Mulai A Sampai Z karya H. Wafi Marzuqi Ammar, Nu'man bin Basyir RA meriwayatkan sabda Nabi SAW:

"Tidaklah dua ayat itu dibaca pada suatu rumah selama tiga malam, kecuali setan tidak akan mendekatinya."

Ayat ini sejak dahulu diyakini sebagai benteng spiritual bagi rumah, khususnya pada malam hari.

Karena itu, banyak ulama menganjurkan agar ayat tersebut dibaca secara rutin sebagai bentuk perlindungan.

Selain dua ayat penutup Al-Baqarah, dalam laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) juga dijelaskan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa khusus untuk mengusir gangguan gaib.

Doa tersebut diajarkan oleh Malaikat Jibril, berisi permohonan perlindungan dari keburukan yang datang dari langit, bumi, siang, malam, serta bahaya yang tidak tampak.

Doa tersebut berbunyi:

"Aku berlindung dengan Zat Allah yang Maha Mulia, dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna, yang tidak ada orang baik dan juga orang durhaka yang melampuainya, dari keburukan yang turun dari langit dan keburukan apa pun yang naik ke langit; dari keburukan apa saja yang masuk ke bumi dan keburukan apa saja yang keluar dari bumi; dari keburukan fitnah-fitnah siang dan malam; dari keburukan petaka-petaka malam; dari keburukan setiap petaka yang datang, kecuali petaka yang datang membawa kebaikan, wahai Zat yang Maha Penyayang."

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Koster–LPSK Perkuat Sinergi Perlindungan Saksi dan Korban di Bali, Tiga Kasus WNA Tengah Diinvestigasi
Susi Pudjiastuti Kecam Gus Elham Yahya: Tangkap dan Hukum!
Pemkab Deli Serdang Tegaskan Komitmen Lindungi Anak Berkebutuhan Khusus
BPSK Medan Dorong DPRD Sumut Perkuat Ranperda Perlindungan Konsumen
Bupati Karo Dukung Penguatan Kebijakan Perlindungan Perempuan dan Anak di Sumut
Bupati Karo Dukung Penguatan Kebijakan Perlindungan Perempuan dan Anak di Sumut
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru