Pada pertengahan bulan, dzikir fokus pada permohonan rahmat dan pertolongan Allah:
Dzikir:
سُبْحَانَ اللَّهِ الْأَحَدِ الصَّمَدِ Latin: Subhaanallaahil Ahadush Shamad Artinya: "Maha Suci Allah yang Maha Esa, dan semua tergantung kepada-Nya." Dibaca 100 kali.
Dzikir Tanggal 21–30 Rajab
Sepuluh hari terakhir digunakan untuk memperbanyak permohonan ampun dan evaluasi diri menjelang Syakban dan Ramadhan.
Tasbih:
سُبْحَانَ اللَّهِ الرَّءُوفِ Latin: Subhaanallaahir Ra-uuf Artinya: "Maha suci Allah, Yang Maha belas kasihan." Dibaca 100 kali.
Surat Al-Ikhlas:
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ Latin: Qul huwallāhu aḥad, Allāhuṣ-ṣamad, lam yalid wa lam yūlad, wa lam yakul lahū kufuwan aḥad Artinya: "Katakanlah, 'Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadanya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tiada yang setara dengan Dia." Dibaca 11 kali.
Dengan pembagian dzikir harian ini, diharapkan bulan Rajab menjadi momentum memperbaiki kualitas iman dan amal sebelum memasuki bulan Syakban dan Ramadhan.*