Jakarta – Bulan Rajab termasuk salah satu bulan mulia dalam kalender Islam yang dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, sebagai sarana membersihkan hati dan menyiapkan diri menyambut bulan-bulan suci berikutnya, Syakban dan Ramadan.
Allah menegaskan pentingnya dzikir dalam QS. Ar-Ra'd ayat 28:
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىٕنُّ الْقُلُوْبُۗ Latin: alladzîna âmanû wa tathma'innu qulûbuhum bidzikrillâh, alâ bidzikrillâhi tathma'innul-qulûb Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati akan tenteram."
Sepuluh hari pertama Rajab dianjurkan memperbanyak dzikir berupa pengagungan kepada Allah dan permohonan ampun. Bacaan dzikir yang bisa diamalkan:
Dzikir:
سُبْحَانَ اللَّهِ الْحَيُّ الْقَيْمِ Latin: Subhaanallaahil hayyul qayyuum Artinya: "Maha Suci Allah yang hidup kekal dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya." Dibaca 100 kali setiap hari.
Tasbih:
سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنْبَغِي التَّسْبِيحُ إِلَّا لَهُ، سُبْحَانَ الْأَعَزَّ الأَكْرَمِ، سُبْحَانَ مَنْ لَبِسَ الْعِزَّ وَهُوَ لَهُ أَهْلُ Latin: Subhaana man laa yanbaghit tasbiihu illaa lahuu, subhaanal a'azzal akraam, subhaana man labisal 'izza wahuwa lahu ahlun Artinya: "Maha Suci Dzat yang hanya kepada-Nya tasbih dipanjatkan. Maha Suci Dzat Yang Perkasa lagi Mulia. Maha Suci Dzat yang menyandang keperkasaan, dan hanya Dia-lah yang pantas menyandangnya." Dibaca 100 kali.
Istighfar:
اللهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ وَأَعُوْذُبِكَ مِن شَرِّمَا صَنَعْتُ وَأَبُوءُ لَكَ بِ نِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ Latin: Allaahumma anta rabbi, laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana 'abduka wa ana 'alaa 'ahdika wawa'dika mastatha'tu, wa a'uudzubika min syarri maa shana'tu wa abu-u laka binikmatika 'alayya wa abuu-u bidzambii faghfirlii fa-innahuu laa yanghfirudz dzunuba illaa anta Artinya: "Ya Allah, Engkau-lah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Aku hamba-Mu dan aku berusaha menjalankan perjanjian-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku lakukan. Aku mengakui nikmat-Mu dan dosa-dosaku, mohon ampunan-Mu."
Dzikir Tanggal 11–20 Rajab
Pada pertengahan bulan, dzikir fokus pada permohonan rahmat dan pertolongan Allah:
Dzikir:
سُبْحَانَ اللَّهِ الْأَحَدِ الصَّمَدِ Latin: Subhaanallaahil Ahadush Shamad Artinya: "Maha Suci Allah yang Maha Esa, dan semua tergantung kepada-Nya." Dibaca 100 kali.
Dzikir Tanggal 21–30 Rajab
Sepuluh hari terakhir digunakan untuk memperbanyak permohonan ampun dan evaluasi diri menjelang Syakban dan Ramadhan.
Tasbih:
سُبْحَانَ اللَّهِ الرَّءُوفِ Latin: Subhaanallaahir Ra-uuf Artinya: "Maha suci Allah, Yang Maha belas kasihan." Dibaca 100 kali.
Surat Al-Ikhlas:
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ Latin: Qul huwallāhu aḥad, Allāhuṣ-ṣamad, lam yalid wa lam yūlad, wa lam yakul lahū kufuwan aḥad Artinya: "Katakanlah, 'Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadanya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tiada yang setara dengan Dia." Dibaca 11 kali.
Dengan pembagian dzikir harian ini, diharapkan bulan Rajab menjadi momentum memperbaiki kualitas iman dan amal sebelum memasuki bulan Syakban dan Ramadhan.*
(d/dh)
Editor
: Adam
Dzikir Bulan Rajab: Amalan Harian untuk Tanggal 1–30