Menuju Jakarta 500 Tahun: Mampukah Jadi Kota Global Tanpa Meninggalkan Warganya?
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
SERANG- Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang nomor urut 2, Budi Rustandi-Nur Agis Aulia, berkomitmen untuk menuntaskan persoalan aset yang selama ini dikuasai oleh oknum tak bertanggung jawab di Kota Serang, Banten. Dalam debat Pilkada yang digelar pada Selasa (12/11/2024), Agis menegaskan bahwa pihaknya akan membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk mengatasi masalah pengalihan aset, yang telah menjadi persoalan besar di kota tersebut selama bertahun-tahun.
“Saya dan Pak Budi sangat memahami betapa pentingnya masalah aset ini. Hampir 17 tahun persoalan ini tidak ada penyelesaiannya. Bahkan, ketika saya dan Pak Budi di DPRD, kami merasa jengkel karena tidak ada tindak lanjut yang konkret. Maka, kami berinisiatif membentuk pansus aset,” kata Agis, yang turut memaparkan upaya-upaya yang sudah dilakukan untuk mengembalikan sejumlah aset milik Pemkot Serang.
Menurut Agis, lewat pansus aset yang dibentuk saat dirinya menjadi anggota DPRD, beberapa aset yang sebelumnya hilang berhasil dikembalikan. Meski demikian, ia menyadari bahwa masih banyak aset yang belum berhasil diselesaikan. Oleh karena itu, ia bersama Budi Rustandi berjanji untuk menyelesaikan persoalan ini selama periode kepemimpinan mereka nanti.
“Kami akan dorong pansus aset dan memperkuat dengan satgas pengalihan aset yang terbuka bagi masyarakat umum untuk bergabung. Hal ini agar masalah aset dapat difokuskan dan diselesaikan dengan cepat dan transparan,” tambah Agis.
Mereka juga berencana untuk menjalin komunikasi yang lebih intensif dengan Pemerintah Kabupaten Serang, Provinsi Banten, dan pemerintah pusat agar penuntasan masalah aset bisa dilakukan dengan lebih terstruktur. Salah satu hal yang paling disoroti adalah penguasaan aset oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, yang telah merugikan pemerintah kota.
“Jika kami diberikan amanah, kami akan jemput bola dan berkomunikasi secara tegas dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan aset-aset Pemkot Serang kembali ke tangan yang sah. Kami akan habisi semuanya, dan pastikan tak ada lagi oknum yang menguasai aset milik kota,” tegas Agis.
Pasangan calon ini juga menekankan pentingnya program yang inklusif dan transparan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Dalam debat Pilkada yang mengusung tema “Pembangunan Kolaboratif Berkeadilan untuk Kesejahteraan Masyarakat Kota Serang,” Budi Rustandi-Nur Agis Aulia menegaskan bahwa pengelolaan aset yang bersih dan adil merupakan salah satu pilar penting dalam pemerintahan mereka jika terpilih nanti.
Sebagai informasi, dalam Pilkada Serang kali ini, masalah aset menjadi salah satu isu utama yang banyak dibahas oleh calon-calon kepala daerah. Dengan janji untuk memberantas oknum-oknum yang menguasai aset, pasangan Budi-Nur Agis berharap bisa memberikan solusi konkret dan memberikan rasa aman bagi warga Kota Serang. (JOHANSIRAIT)
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
JAKARTA Dua dari 26 tokoh yang diangkat Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak hadir d
POLITIK
JAKARTA Direktur Law Firm Pedang Keadilan & Partners Zuhri Saifudin menilai Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki peluang untuk mendiskualif
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai rangkaian perombakan pemerintahan Presiden Prabowo Su
POLITIK
MEDAN Video yang memperlihatkan seorang pedagang kaki lima (PKL) diduga dikeroyok sejumlah pria di kawasan depan Kampus Universitas Suma
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kota Medan tengah mengembangkan sistem pemerintahan digital yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan publik melal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mayjen TNI (Purn) Prof. H.C. Dr. Rido Hermawan mengajak masyarakat melihat kembali hubungan manusia dengan dirinya sendiri, sesa
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung belum menemukan indikasi keterlibatan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang dalam perka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Anwar Usman memilih tidak memberikan tanggapan mengenai perkara yang mempersoal
NASIONAL
OlehWerdha CandratrilaksitaRESHUFFLE lazimnya menjadi cara seorang presiden memperkuat kendali terhadap pemerintahannya. Menteri yang dinil
OPINI