Dalam buku Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya karya R. Syamsul B dan M. Nielda disebutkan bahwa setiap amal ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang melampaui ibadah selama 1.000 bulan tanpa Lailatul Qadar.
Karena keutamaannya itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Dalam riwayat lain dari Ibnu Umar RA disebutkan bahwa malam ke-27 Ramadan sering disebut sebagai salah satu waktu yang paling mungkin terjadinya Lailatul Qadar.
"Barang siapa yang ingin mencari Lailatul Qadar, maka carilah pada malam dua puluh tujuh." (HR Ahmad)
Beberapa hadis menyebutkan tanda-tanda yang sering dikaitkan dengan malamLailatul Qadar.
1. Bulan tampak seperti baskom Dalam riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah menyebut bulan pada malam tersebut terlihat bulat dan lebar seperti potongan baskom.
2. Malam terasa tenang dan sejuk Udara malam terasa nyaman, tidak panas dan tidak dingin, serta suasana terasa sangat tenang.
3. Matahari terbit dengan cahaya lembut Pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya yang tidak menyilaukan.
Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku."
3. Memperbanyak dzikir dan istighfar
Dzikir menjadi salah satu amalan utama untuk menghidupkan malamLailatul Qadar dengan mengingat kebesaran Allah SWT.
Karena keutamaan yang sangat besar tersebut, umat Islam dianjurkan untuk tidak melewatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dan meningkatkan ibadah sebagai bentuk ikhtiar meraih malam penuh kemuliaan itu.*