Ahmad Zarkasih, Lc menambahkan, "Ibadah tidak harus iktikaf. Salat tarawih di malam itu sudah cukup untuk dikatakan ibadah yang bisa mengantarkan seseorang meraih malam mulia."
Bagi wanita haid, musafir, atau orang sakit yang tidak bisa beriktikaf di masjid, peluang meraih Lailatul Qadar tetap terbuka.
Dalam Al-Lathaif Al-Ma'arif, Ad-Dhahaak menegaskan bahwa siapa saja yang diterima amalannya oleh Allah akan mendapatkan bagian dari malam tersebut.
Ustaz Adi Hidayat menekankan, yang terpenting adalah bagaimana seseorang menghidupkan malam dengan amal saleh, baik di rumah maupun di masjid.
"Syarat mendapatkan kemuliaan tidak terikat pada tempat. Tapi lebih kepada bagaimana menghidupkan malamnya dan menghadirkan suasana untuk menunaikan ibadah kepada Allah SWT," ujarnya.
Beberapa amalan yang dapat dilakukan sebagai pengganti iktikaf, menurut Wahbah Az-Zuhaili dalam Fiqih Islam Wa Adillatuhu, antara lain: - Mendirikan salat wajib dan sunnah (Tarawih, Tahajud, Witir) - Membaca doa Lailatul Qadar dan memohon ampunan - Memperbanyak istigfar, terutama Sayyidul Istigfar di waktu sahur - Membaca Al-Qur'an dan berzikir secara istiqamah
Kesimpulannya, iktikaf di masjid tetap menjadi sarana terbaik untuk beribadah tanpa gangguan, namun ibadah di rumah dengan niat sungguh-sungguh tetap memungkinkan umat Islam meraih malam Lailatul Qadar.