Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN – Menyambut hari kemenangan Idul Fitri 1447 H, umat Islam di seluruh dunia tengah mempersiapkan diri untuk merayakan hari raya terbesar ini.
Salah satu ibadah yang dianjurkan pada pagi hari 1 Syawal adalah salat sunah Idul Fitri.
Meskipun mirip dengan salat sunah lainnya, terdapat beberapa perbedaan dalam pelaksanaannya, seperti tambahan takbir, bacaan tasbih, dan anjuran surat yang dibaca.
Baca Juga:
Salat sunah Idul Fitri ini dapat dilakukan secara berjamaah maupun sendirian, dengan jumlah rakaat sebanyak dua.
Agar ibadah di hari raya semakin sempurna dan khusyuk, penting bagi umat Islam untuk memahami dengan baik bacaan niat dan tata cara salat tersebut.
Bacaan Niat Salat Sunah Idul Fitri
Niat salat sunah Idul Fitri hendaknya dibaca di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.
Bacaan niat ini sedikit berbeda tergantung posisi seseorang, apakah bertindak sebagai imam atau makmum.
Berikut ini adalah bacaan niat yang tepat:
Lafal Niat Salat Sunah Idul Fitri:
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى
"Ushallî sunnatan li 'îdil fithri rak'ataini (ma'mûman/imaman) lillâhi ta'âlâ"
Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."
Tata Cara Pelaksanaan Salat Idul Fitri
Pelaksanaan salat sunah Idul Fitri terdiri dari dua rakaat, dengan beberapa langkah tambahan yang membedakannya dari salat fardu biasa.
Berikut adalah urutan tata cara lengkap dari niat hingga salam:
1. Membaca Niat dan Takbiratul Ihram
Salat dimulai dengan mengangkat kedua tangan dan mengucapkan takbiratul ihram "Allahu Akbar", sambil memantapkan niat dalam hati.
Lanjutkan dengan doa iftitah, seperti salat pada umumnya.
2. Tujuh Takbir Tambahan (Rakaat Pertama)
Pada rakaat pertama, sebelum membaca Al-Fatihah, bertakbirlah tujuh kali sambil mengangkat tangan, sambil membaca lafal tasbih di sela-sela setiap takbir tambahan.
- Lafal tasbih pertama:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
- Lafal tasbih kedua:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
3. Membaca Surat Al-Fatihah dan Al-A'la
Setelah tujuh takbir dan tasbih, bacalah surat Al-Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat Al-A'la yang dianjurkan pada rakaat pertama.
4. Gerakan Salat Normal
Lakukan rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua sebagaimana gerakan salat fardu biasa.
5. Lima Takbir Tambahan (Rakaat Kedua)
Setelah bangkit berdiri untuk rakaat kedua, lakukan takbir tambahan lima kali, disertai lafal tasbih seperti pada rakaat pertama.
6. Membaca Surat Al-Fatihah dan Al-Ghasiyah
Pada rakaat kedua, bacalah kembali surat Al-Fatihah, dan surat yang sangat dianjurkan untuk dibaca adalah surat Al-Ghasiyah.
7. Melanjutkan Gerakan Hingga Salam
Selesaikan salat dengan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, kemudian diakhiri dengan duduk tahiyat akhir dan salam.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, ibadah salat sunah Idul Fitri akan terasa lebih khusyuk dan penuh makna, sehingga umat Islam bisa merayakan kemenangan dengan penuh rasa syukur.
Selamat Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H!*
(d/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.