BREAKING NEWS
Sabtu, 01 Agustus 2026

Tawadhu Bukan Berarti Merendahkan Diri, Allah Janji Mengangkat Derajat Lebih Tinggi

Raman Krisna - Sabtu, 01 Agustus 2026 13:35 WIB
Tawadhu Bukan Berarti Merendahkan Diri,  Allah Janji Mengangkat Derajat Lebih Tinggi
Ustadz Abrar Zim, S.Ag., M.H. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH — Akhlak terpuji dan kerendahan hati menjadi cerminan utama seorang muslim dalam meniti kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ustadz Abrar Zim, S.Ag., M.H., dalam pengajian rutin Sabtu subuh di Masjid Tgk H. Jakfar Hanafiah, Kampus Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA), Banda Aceh, Sabtu (1/8/2026).

Dalam ceramah bertajuk "Keutamaan Sifat Tawadhu", Ustadz Abrar Zim menjelaskan bahwa tawadhu atau sikap rendah hati lahir dari kesadaran mendalam bahwa seluruh nikmat—mulai dari ilmu, harta, hingga jabatan dan kedudukan—murni merupakan karunia Allah SWT.

Baca Juga:

"Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik," ujar Ustadz Abrar mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Al-Furqan ayat 63.

Ia menekankan bahwa seorang yang tawadhu tidak akan pernah merasa dirinya lebih baik ketimbang orang lain.

Sifat mulia ini mendorong seseorang untuk senantiasa menghormati sesama, terbuka menerima nasihat, serta berikhtiar memperbaiki diri.

"Tawadhu bukan berarti merendahkan diri, melainkan menempatkan diri secara proporsional dengan penuh rasa syukur dan keikhlasan," kata Ustadz Abrar.

Lawan dari sifat tawadhu adalah takabur atau kesombongan, yakni perasaan merasa paling mulia sehingga meremehkan orang lain dan menolak kebenaran.

Menurut Ustadz Abrar, ciri utama pribadi yang tawadhu adalah kelapangan dada dalam menerima kebenaran dari siapa pun, tanpa memandang usia, status sosial, maupun kedudukan.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Abrar memaparkan keutamaan besar bagi mereka yang mampu menjaga kerendahan hati.

Mengutip hadis riwayat Muslim, ia menyampaikan janji Rasulullah SAW bahwa Allah SWT akan meninggikan derajat siapa saja yang bersikap tawadhu.

"Tidaklah seseorang bersikap tawadhu karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya," tutur Ustadz Abrar mengutip hadis Nabi Muhammad SAW.

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Doa Meluluhkan Hati Seseorang dalam Islam
Sholat Istikharah: Niat, Doa, Tata Cara dan Waktu Terbaik Memohon Petunjuk Allah SWT
Menonton Sepak Bola Bisa Menjadi Haram? Ini Penjelasan Ustaz Hermansyah
Benarkah Kiamat Terjadi pada Hari Jumat? Ini Penjelasan Hadits Rasulullah dan Al-Qur’an
Dimaafkan Hakim Usai 5 Bulan Ditahan, Terdakwa Kasus BBM Jeriken di Medan Siap Gugat Perdata: Beri Efek Jera Penegak Hukum
Shalat Bukan Sekadar Gerakan, Ini Hikmah Kesehatan di Balik Setiap Rukunnya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru