Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
SUBULUSSALAM - Hotnida Boang Manalu, 39, kembali memeluk Islam setelah sempat keluar dari agama tersebut pada 2024. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat dalam prosesi yang dibimbing aktivis dakwah di wilayah Subulussalam, Aceh, Senin (31/8/2026).
Aktivis Dakwah Perbatasan Ustaz Teuku Azhar mengatakan Hotnida sebelumnya merupakan seorang Muslimah dan berasal dari keluarga Muslim. Menurut dia, Hotnida kemudian memutuskan keluar dari Islam pada Juni 2024 untuk menikah dengan seorang pria non-Muslim.
"Hotnida Boang Manalu ini awalnya Muslimah, keluarga besarnya, ayah dan ibunya, Muslim. Namun karena lemahnya iman dan kurang memahami tentang syariat Islam, maka dia memutuskan untuk keluar dari Islam untuk menikahi lelaki penganut Nasrani pada bulan Juni 2024," kata Teuku Azhar kepada wartawan, Senin (31/8/2026).
Baca Juga:

Menurut Teuku Azhar, pernikahan tersebut hanya berlangsung sekitar enam bulan. Setelah itu, Hotnida kembali menghadapi sejumlah persoalan dalam kehidupan pribadinya.
Teuku Azhar juga menceritakan bahwa ayah Hotnida meninggal dunia pada Maret 2026. Setelah peristiwa tersebut, Hotnida disebut mengalami sakit yang membuatnya kesulitan berdiri dan berjalan.
Teuku Azhar memandang berbagai pengalaman yang dialami Hotnida menjadi bagian dari proses yang kemudian mendorongnya untuk kembali memeluk Islam. Namun, penilaian tersebut merupakan pandangan yang disampaikan oleh narasumber.
Hotnida akhirnya menyatakan kesadaran dan penyesalannya serta mengikrarkan diri kembali memeluk Islam. Ia juga berkomitmen untuk tetap menjalankan ajaran Islam dan mempelajari agama secara lebih mendalam.

Prosesi syahadat Hotnida dibimbing Aktivis Forum Dakwah Perbatasan (FDP) Ustaz Alamsyah. Kegiatan tersebut disaksikan Koordinator FDP Wilayah Singkil H Muchlis Pohan, perwakilan keluarga mualaf serta tokoh masyarakat.
Teuku Azhar menyambut baik kembalinya Hotnida ke Islam. Ia juga menyebut jumlah mualaf di wilayah Subulussalam dan Singkil mengalami peningkatan.
Menurutnya, pembinaan terhadap mualaf menjadi salah satu prioritas FDP. Pendampingan dinilai penting agar orang yang baru memeluk Islam mendapatkan pemahaman agama dan dukungan dalam menjalani kehidupan sebagai Muslim.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.