BREAKING NEWS
Kamis, 28 Mei 2026

Tantangan dari AS: Dolar Merosot, Rupiah Perkuat Posisi di Rp16.350

Adelia Syafitri - Jumat, 14 Maret 2025 09:20 WIB
Tantangan dari AS: Dolar Merosot, Rupiah Perkuat Posisi di Rp16.350
Ilustrasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Rupiah tercatat menguat 0,42% terhadap dolar Amerika Serikat (AS), diperdagangkan di angka Rp16.350/US$ pada pagi ini, Jumat (14/3/2025).

Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan kemarin, Kamis (13/3/2025), rupiah juga mengalami apresiasi sebesar 0,12%.

Indeks dolar AS (DXY) pada pukul 08:57 WIB tercatat naik 0,08%, berada di angka 103,91, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan kemarin yang tercatat di angka 103,83.

Gejolak rupiah ini sejalan dengan dinamika faktor eksternal, terutama dari arah AS.

Potensi resesi yang semakin nyata di AS, ditambah dengan kebijakan perdagangan kontroversial dari Presiden AS, Donald Trump, menjadi salah satu penyebab utama yang memengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Sejak dilantik pada 20 Januari 2025, Trump telah mengeluarkan serangkaian executive orders yang menimbulkan gejolak global, termasuk dalam nilai tukar rupiah.

Pada akhir 2024, rupiah melemah hingga Rp16.162/US$ akibat dampak kebijakan tersebut.

Selain itu, kebijakan perdagangan Trump turut memengaruhi pasar obligasi Indonesia, dengan yield Surat Berharga Negara (SBN) tercatat mencapai 6,8% untuk SBN 10 tahun pada tahun 2024.

Namun, meskipun ada pengaruh negatif dari kebijakan Trump, Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani, mengungkapkan bahwa posisi ekonomi Indonesia masih relatif lebih baik dibandingkan negara lain, meskipun terjadi ketidakpastian global yang semakin meningkat.

"Saat ini, potensi resesi AS semakin besar, bahkan mencapai 50%. Kebijakan perdagangan Trump telah menambah risiko terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia," ujar Sri Mulyani dalam keterangan pers.

Penguatan rupiah pada perdagangan hari ini juga didorong oleh kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi global yang lebih lanjut.

Para pelaku pasar dinilai perlu terus mencermati kondisi ekonomi global yang dinamis, mengingat volatilitas rupiah yang dipengaruhi oleh faktor eksternal masih sangat tinggi dalam jangka waktu dekat.

Kebijakan perdagangan Trump, yang memicu ketegangan dalam perang dagang dengan negara-negara seperti China, Kanada, dan Meksiko, diperkirakan akan semakin merusak pertumbuhan ekonomi AS dan meningkatkan risiko terjadinya resesi pada tahun ini.

(cb/a)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru