Ia dijadwalkan bertemu dengan perwakilan USTR, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent.
Langkah diplomasi ekonomi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menurunkan tarif, yang dinilai berpotensi mengganggu neraca perdagangan dan meningkatkan harga barang impor strategis.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah menegaskan bahwa kebijakan tarif ini tidak berkaitan langsung dengan keanggotaan Indonesia di BRICS, aliansi negara berkembang yang diikuti oleh Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, dan Indonesia.*