Bobby Nasution Ingin Budaya Batak Mendunia lewat Toba Caldera Culture Festival
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mendorong Toba Caldera Culture Festival 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan
PARIWISATA
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan Satgas Pangan dan Kepolisian RI tengah menyelidiki dugaan praktik kecurangan pada 212 merek beras yang beredar di pasaran. Pemeriksaan ini dilakukan menyusul temuan anomali harga dan distribusi beras di berbagai daerah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa per 10 Juli 2025, pihaknya telah memanggil 10 perusahaan yang diduga terlibat dalam pelanggaran tersebut.
"10 perusahaan sudah dipanggil dan 26 merek telah diperiksa. Dalam 1–2 bulan ke depan, jumlah ini akan bertambah menjadi 40 merek. Dari laporan kami, 80 hingga 90 persen dari mereka mengakui telah melakukan kecurangan," ujar Amran melalui Suatu kanal YouTube Jumat (18/7).
Amran menyebut bahwa alasan utama kecurangan adalah faktor ekonomi dan keuntungan. Namun demikian, semua perusahaan yang dipanggil bersikap kooperatif dan tidak ada yang mangkir.
Kementan mulai menyelidiki kasus ini setelah muncul anomali harga dalam data inflasi. Harga beras di tingkat penggilingan dilaporkan menurun, namun harga di tingkat konsumen justru naik signifikan.
"Kami kaget ketika melihat data inflasi. Di satu sisi, harga di penggilingan turun, tapi konsumen merasakan kenaikan. Di saat bersamaan, Cipinang melaporkan kekurangan pasokan, padahal logika distribusi tidak mendukung," jelasnya.
Pasokan harian yang biasanya 2.000–3.000 ton tiba-tiba melonjak menjadi 11.000 ton dalam sehari, yang menurut Amran merupakan indikasi penyimpangan dalam rantai distribusi.
Hasil Pemeriksaan Lab: 86 Persen Tak Sesuai Standar
Amran juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menguji 268 sampel beras di 13 laboratorium berbeda yang tersebar di 10 provinsi penghasil beras utama.
"Dari total sampel yang diperiksa, 86 persen tidak sesuai standar," ujarnya.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga integritas pangan nasional dan memastikan beras yang dikonsumsi masyarakat aman dan layak.
Kementan akan terus menelusuri dan mengusut seluruh pihak yang terlibat. Jika ditemukan pelanggaran hukum, maka pelaku akan diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku.*
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mendorong Toba Caldera Culture Festival 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan
PARIWISATA
NIAS BARAT Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Surya menegaskan kemajuan pendidikan di Kabupaten Nias Barat membutuhkan kolabora
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Pendidikan Aceh pada 2026 dinilai perlu mengubah orientasi kebijakan dari sekadar memperluas akses menjadi memastikan setiap
PENDIDIKAN
KUALA, LANGKAT Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mendorong Desa Bekiung, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, menjadi desa e
PENDIDIKAN
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno membantah isu yang menyebut dirinya mundur da
POLITIK
KUALA, LANGKAT Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyerahkan peralatan produksi abon sapi dan cookies kepada Kelompok Ibui
PENDIDIKAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap alasan di balik pernyataannya yang menyebut konsumsi telur dapat menyebabkan
KESEHATAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto berencana mengalihkan sebagian keuntungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) u
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid angkat bicara soal isu reshuffle kabinet se
POLITIK