Dipecat dan Dipenjara, Empat Prajurit TNI Penyiram Aktivis KontraS Ajukan Banding
JAKARTA Oditurat Militer II07 Jakarta memutuskan tidak mengajukan banding atas putusan majelis hakim terhadap empat anggota Badan Intel
HUKUM DAN KRIMINAL
JEMBRANA — Kodim 1617/Jembrana menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan merespons keresahan masyarakat terkait naiknya harga bahan pokok.
Bekerja sama dengan Perum Bulog, Kodim 1617/Jembrana menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui program Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di dua titik pasar strategis di Kabupaten Jembrana, Selasa (12/8).
Menariknya, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dandim 1617/Jembrana, Letkol Inf. M. Adriansyah, S.I.P., M.I.P., yang turun ke lapangan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar sekaligus menyapa dan mendengar langsung aspirasi warga.
"Kami hadir untuk membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau. Ini adalah wujud nyata kehadiran TNI dalam kehidupan masyarakat, khususnya saat menghadapi tantangan ekonomi," ujar Dandim di sela kegiatan.
Sebanyak 1,5 ton beras SPHP atau setara dengan 300 kemasan berukuran 5 kg disediakan dalam kegiatan tersebut.
Dengan harga hanya Rp 57.500 per kemasan, program ini disambut antusias oleh masyarakat, jauh di bawah harga pasar yang saat ini mengalami fluktuasi.
Sejak pagi, masyarakat telah memadati area Pasar Ijo Gading dan Pasar Umum Negara Bahagia.
Untuk menjamin pemerataan distribusi, setiap keluarga hanya diperbolehkan membeli maksimal dua kemasan.
Sebanyak 100 kemasan pertama langsung habis terjual dalam waktu singkat, disusul 200 kemasan lainnya yang juga ludes dalam kurun waktu kurang dari empat jam.
"Kami melihat antusiasme luar biasa dari masyarakat. Ini menjadi indikator bahwa program ini sangat dibutuhkan. Kami akan lanjutkan kegiatan ini secara bertahap di berbagai wilayah Jembrana selama sepekan ke depan," jelas Letkol Inf. Adriansyah.
Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Kodim 1617/Jembrana, antara lain Danramil 1617-01/Negara Kapten Inf. Abdul Wahid, serta Pgs. Pasiter Kodim Lettu Inf. A. Rafik.
Kehadiran para pejabat TNI ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara TNI dan pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, suasana terpantau aman, tertib, dan lancar.
Masyarakat menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan tepat yang dilakukan Kodim bersama Perum Bulog dalam membantu ketersediaan pangan.
Program Gerakan Pangan Murah ini tidak hanya menjadi upaya jangka pendek untuk merespons lonjakan harga, tetapi juga bentuk komitmen jangka panjang dalam mewujudkan kesejahteraan dan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.*
JAKARTA Oditurat Militer II07 Jakarta memutuskan tidak mengajukan banding atas putusan majelis hakim terhadap empat anggota Badan Intel
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah tidak akan melakukan impor beras konsumsi dalam waktu dekat
EKONOMI
JAKARTA Roy Suryo berencana mengajukan penangguhan penahanan setelah ditahan oleh Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penyebaran tudin
HUKUM DAN KRIMINAL
LHOKNGA Musyawarah Ke2 Persatuan Masyarakat Langsa (Permasa) yang digelar di kawasan Pantai Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (20/6/
POLITIK
JAKARTA Partai Demokrat meminta PDI Perjuangan (PDIP) menunjukkan sikap politik yang lebih tegas terkait posisinya terhadap pemerintahan
POLITIK
JAKARTA Wortel selama ini dikenal sebagai salah satu makanan yang baik untuk kesehatan mata karena kaya akan vitamin A. Namun, anggapan
KESEHATAN
JAKARTA Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara menegaskan bantuan perumahan pemerintah harus tepat sasar
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Seorang anak lakilaki berusia 10 tahun bernama Azka Al Fatih dilaporkan hilang usai menunaikan salat Jumat di Kecamatan Pat
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, merespons video viral yang memperlihatkan sejumlah siswa di Kabupaten Samosir terlambat m
PEMERINTAHAN
JAKARTA Proses hukum kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo memasuki babak baru. Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dok
NASIONAL