DPC PSI Binjai Selatan Hadiri Salat Iduladha Bersama Gubernur Sumut di Lapangan Merdeka Binjai
BINJAI Ketua DPC PSI Binjai Selatan, Dilli Suganta Sembiring, menghadiri pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang digelar di Lapangan
NASIONAL
JAKARTA - Rasio gini Indonesia pada Maret 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat sebesar 0,375. Namun, Direktur Eksekutif Core Indonesia, Mohammad Faisal, menilai angka tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi nyata kesenjangan ekonomi di Tanah Air.
Menurutnya, apabila kesenjangan diukur dari kekayaan, kepemilikan aset, dan pendapatan, maka ketimpangan sebenarnya jauh lebih lebar dari yang tergambar dalam angka statistik resmi.
"Rasio gini tidak semuanya mencerminkan ketimpangan di Indonesia. Kalau kita ukur dari distribusi kekayaan dan aset, jaraknya akan terlihat lebih ekstrem," ungkap Faisal dalam program Investor Daily Talk, Jumat (22/8/2025).
Yang menjadi sorotan, lanjut Faisal, adalah kesenjangan yang justru semakin nyata terjadi di wilayah perkotaan, di mana rasio gini secara konsisten lebih tinggi dibandingkan dengan pedesaan.
"Di kota, ketimpangan antarpenduduk lebih terasa. Ini menjadi masalah serius karena 60% penduduk Indonesia saat ini tinggal di perkotaan," tambahnya.
Di tengah sorotan ketimpangan tersebut, publik dikejutkan oleh wacana DPR mengganti rumah dinas anggota dewan dengan uang tunjangan rumah, yang dinilai akan menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kebijakan itu dianggap kontraproduktif di tengah kondisi ekonomi nasional yang masih lesu, terlebih banyak masyarakat saat ini tengah menghadapi ancaman pengangguran, naiknya biaya hidup, dan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), terutama di sektor manufaktur, perdagangan, dan digital.
"Ketimpangan ekonomi tidak bisa dilihat hanya dari satu indikator. Rasio gini harus dibaca bersamaan dengan kondisi ketenagakerjaan, tingkat upah, jumlah PHK, hingga angka kemiskinan. Semua itu saling berkelindan," ujar Faisal.
Faisal mengingatkan pentingnya sensitivitas kebijakan publik terhadap realitas sosial dan ekonomi rakyat. Menurutnya, langkah-langkah legislatif harus berfokus pada pemerataan kesejahteraan, bukan menambah beban fiskal dengan tunjangan yang tidak urgen.*
(bs/j006)
BINJAI Ketua DPC PSI Binjai Selatan, Dilli Suganta Sembiring, menghadiri pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang digelar di Lapangan
NASIONAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Raya Baitur
NASIONAL
JOKOWI Sekretaris Jenderal Relawan Pro Jokowi (Projo), Freddy Damanik, menyatakan bahwa kegiatan Joko Widodo berkeliling ke sejumlah daera
POLITIK
JAKARTA Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa Masjid Istiqlal, Jakarta, menerima sejumlah hewan kurban dari masyarakat nonMus
NASIONAL
JAKARTA Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam forum Dewan Keamanan Perserikatan BangsaBangsa (PBB) menilai situasi di Palestina, khususnya
NASIONAL
BINJAI Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution merespons desakan pemberian kompensasi kepada warga yang terdampak pemadaman listrik total
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memfasilitasi dialog antara manajemen PT Indomarco Prismatama (Indomaret) dan dua
NASIONAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah terus berada dalam tekanan dan semakin mendekati angka keramat versi warganet di kisaran Rp17.845 per dolar
EKONOMI
MEDAN Provinsi Sumatera Utara (Sumut) resmi terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. Ajang fes
SENI DAN BUDAYA
BINJAI Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah bersama ribuan masyarakat di Lapang
PEMERINTAHAN