Menurut Purbaya, keterlibatan BSI memiliki alasan strategis, yakni untuk memastikan akses keuangan juga menjangkau Provinsi Aceh, yang secara regulasi perbankannya dijalankan sesuai prinsip syariah.
"BSI ikut karena dia satu-satunya bank yang punya akses ke Aceh, supaya dana ini bisa juga dimanfaatkan di sana," jelasnya.
Purbaya juga meralat pernyataan sebelumnya yang menyebut ada enam bank yang akan menerima dana tersebut, termasuk Bank Syariah Negara (BSN).
Ia menegaskan bahwa yang resmi menerima suntikan dana hanya lima bank sebagaimana disebutkan di atas.
Dengan dana besar yang diberikan, pemerintah berharap kelima bank dapat segera mengalirkannya dalam bentuk kredit produktif, guna mempercepat perputaran ekonomi nasional, khususnya di sektor usaha kecil menengah (UKM), perumahan, dan pertanian.
"Ini bukan cuma dana diam, tapi instrumen untuk memutar roda ekonomi. Kita ingin sektor riil bisa langsung merasakan manfaatnya," tegas Purbaya.
Langkah ini menjadi salah satu inisiatif baru dari MenkeuPurbaya setelah menggantikan Sri Mulyani, dengan pendekatan yang lebih langsung dalam menyuntikkan likuiditas ke sistem perbankan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.*