BREAKING NEWS
Rabu, 15 April 2026

Wagub Sumut Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Harga Beras di Tiga Daerah Jadi Sorotan

Abyadi Siregar - Selasa, 16 September 2025 16:24 WIB
Wagub Sumut Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Harga Beras di Tiga Daerah Jadi Sorotan
Wakil Gubernur Sumut Surya mengikuti Rakor pengendalian inflasi yang digelar secara virtual, Selasa (16/9/2025). (foto: Diskominfo prov Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya mengikuti rapat koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi yang digelar secara virtual, Selasa (16/9/2025).

Rakor tersebut dipimpin oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, dan diikuti oleh seluruh kepala daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Bertempat di ruang kerja lantai 9 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Wagub Surya mendengarkan sejumlah arahan penting, khususnya terkait pengendalian harga bahan pokok, dengan fokus utama pada harga beras yang masih menunjukkan tren kenaikan di berbagai wilayah.

Baca Juga:
Dalam paparannya, Sekjen Tomsi Tohir mengungkapkan bahwa 93 kabupaten/kota di Indonesia mengalami lonjakan harga beras, termasuk di antaranya tiga daerah di Sumatera Utara, yakni Kabupaten Nias Barat, Pakpak Bharat, dan Kota Binjai.

"Saya minta pemerintah daerah benar-benar memperhatikan kenaikan harga beras ini. Salah satu langkah konkret adalah dengan menyebarluaskan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara merata ke seluruh wilayah," tegas Tomsi.

Tomsi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Perum Bulog guna mempercepat distribusi beras SPHP ke daerah-daerah yang terdampak.

Menurutnya, stok beras nasional saat ini masih mencukupi dan harus segera disalurkan agar tidak menumpuk di gudang dan bisa segera menekan harga di pasar.

Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan Perum Bulog, Epi Sulandri, menyatakan bahwa Bulog telah mengambil langkah-langkah konkret untuk mendukung pengendalian inflasi pangan, termasuk dengan membentuk tim monitoring khusus di kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga signifikan.

"Kami telah menyalurkan beras SPHP melalui jaringan pengecer di pasar rakyat, ritel modern, dan kanal distribusi lainnya. Selain itu, kami juga terus berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) agar penanganannya lebih terintegrasi," ujar Epi.

Langkah-langkah ini, menurutnya, menjadi bagian dari upaya strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan jelang akhir tahun, sekaligus memastikan keterjangkauan harga bagi masyarakat, terutama kelompok rentan.

Rakor ini menjadi momentum penting bagi pemerintah pusat dan daerah dalam menyelaraskan kebijakan penanganan inflasi, khususnya dalam sektor pangan, agar tidak mengganggu daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi secara umum.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
AJI Medan Kecam Pengusiran Jurnalis oleh Anggota DPRD Sumut saat Meliput RDP
Harga Emas Antam Naik Rp 12 Ribu per Gram, Galeri24 Turun Rp 5 Ribu
Gubernur Sumut Bobby Nasution Salurkan Bantuan kepada Wartawan Pemprov, Bentuk Empati dan Penghargaan
Cuaca Sumatera Utara Hari Ini: Mayoritas Berawan, Beberapa Wilayah Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang
Poros Muda Sumut Nyatakan Dukungan untuk Andrio Caserio sebagai Calon Wakil Menteri Tenaga Kerja
Sekdaprov Sumut Minta OPD Dukung Penuh Revitalisasi Sekolah Rakyat Padangsidimpuan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru