Namun mereka juga mengajukan sejumlah catatan penting yang harus dipenuhi pemerintah, di antaranya ketersediaan MoU (Memorandum of Understanding) dan jaminan distribusi yang aman dan lancar.
Wayan, perwakilan dari PT Mabar Fit, produsen daging dan telur ayam, menyatakan pihaknya telah menyiapkan strategi buffer stock atau cadangan bahan pangan untuk mendukung program ini.
"Pemerintah tidak perlu khawatir, kami siap menyuplai. Tapi diperlukan kepastian kerja sama yang dituangkan dalam MoU, agar kami bisa merencanakan stok bahan baku dengan baik," ujarnya.
Selain itu, para produsen juga meminta jaminan dari pemerintah terkait proses penyaluran bahan pangan ke SPPG di seluruh kabupaten/kota, agar proses distribusi berjalan lancar tanpa kendala logistik maupun keamanan.
4. Hadir Unsur Strategis Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh berbagai pihak terkait, seperti Bulog, Bank Indonesia Perwakilan Sumut, Badan Gizi Nasional (BGN), serta sejumlah produsen pangan seperti Phokpand, Mabar Fit, Indo Telur, Sahabat Tio Perkasa, dan lainnya.
Diharapkan, melalui koordinasi lintas sektor ini, program MBG dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap stabilitas harga dan pasokanpangan di wilayah Sumatera Utara.*