BREAKING NEWS
Jumat, 27 Februari 2026

Telur dan Ayam Biang Kerok Inflasi Oktober! Program Pemerintah Jadi Pemicu?

Abyadi Siregar - Senin, 03 November 2025 16:18 WIB
Telur dan Ayam Biang Kerok Inflasi Oktober! Program Pemerintah Jadi Pemicu?
Ilustrasi(Foto: Arif Firmansyah/Antara Foto)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa komoditas telur dan daging ayam ras menjadi penyumbang utama inflasi pada Oktober 2025.

Kenaikan harga kedua bahan pangan pokok ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya lonjakan permintaan yang diduga terkait dengan program pemerintah.

"Inflasi yang terjadi pada komoditas telur ayam ras dan daging ayam ras ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah adanya kenaikan permintaan dari SPPG yang berasal dari pasar, pengecer, dan pedagang besar. Diduga ini menjadi indikasi naiknya permintaan telur dan daging ayam ras," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam rilis resmi di Jakarta, Senin (3/11/2025).

Baca Juga:

BPS mencatat, telur ayam ras mengalami inflasi sebesar 4,43 persen, sementara daging ayam ras naik 1,13 persen pada Oktober 2025. Angka ini menjadi salah satu pendorong utama laju inflasi nasional bulan tersebut.

Meski Pudji tidak menyebut secara langsung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), peningkatan permintaan dari program serupa menjadi indikasi adanya pengaruh kebijakan pemerintah terhadap dinamika harga pangan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sempat menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG berpotensi memicu kenaikan harga telur dan ayam di sejumlah daerah, terutama di Jawa Barat, akibat lonjakan permintaan dari pasar.

Selain faktor permintaan, BPS juga mencatat adanya tekanan dari sisi biaya produksi di tingkat hulu

"Selain permintaan, inflasi pada daging dan telur ayam juga didorong oleh kenaikan komponen biaya produksi, seperti harga day-old-chick (DOC), live bird (ayam hidup), serta harga jagung pakan di beberapa wilayah," jelas Pudji.

Namun, BPS menegaskan bahwa lembaganya belum memiliki perhitungan statistik yang spesifik untuk menilai dampak langsung program MBG terhadap inflasi nasional.

"Besaran inflasi spesifik dari program MBG tidak dihitung dalam penghitungan inflasi BPS. Jadi wilayah yang terdampak program ini tidak bisa terlihat secara spesifik," tambahnya.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga daging ayam saat ini berada di kisaran Rp37.450 per kilogram (kg), masih di bawah harga acuan pembelian (HAP) konsumen sebesar Rp40.000 per kg.

Sementara harga telur ayam tercatat Rp30.850 per kg, juga masih di bawah HAP konsumen yang sama.

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru