BREAKING NEWS
Selasa, 24 Februari 2026

Pemerintah Gagalkan Penyelundupan 40 Ton Beras di Batam, Amran: Ini Soal Psikologi Petani dan Kedaulatan Pangan

Raman Krisna - Rabu, 26 November 2025 13:06 WIB
Pemerintah Gagalkan Penyelundupan 40 Ton Beras di Batam, Amran: Ini Soal Psikologi Petani dan Kedaulatan Pangan
Mentan Amran Sulaiman (memakai peci) saat konferensi pers, di Kalibata, Jakarta, Selasa (25/11/2025). (Foto: Dok. humas)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Pemerintah kembali memperketat benteng swasembada pangan.

Upaya penyelundupan 40 ton beras ilegal di Batam, Kepulauan Riau, berhasil digagalkan pada Selasa malam, 25 November 2025. Penindakan cepat ini dilakukan setelah laporan masuk melalui kanal Lapor Pak Amran.

Kepala Badan Pangan Nasional merangkap Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa impor beras ilegal, bahkan dalam jumlah kecil, dapat merusak stabilitas harga dan memukul semangat petani.

Baca Juga:

"Yang kami jaga adalah motivasi 115 juta petani. Sekecil apa pun praktik impor ilegal dapat menurunkan semangat mereka," kata Amran dalam keterangan resmi, Rabu, 26 November 2025.

Amran mengatakan bahwa pemerintah tengah menjalankan kebijakan besar untuk memperkuat produksi dalam negeri.

Terdapat 19 regulasi, mulai dari Perpres hingga Inpres, yang dikeluarkan pemerintah untuk mempermudah aktivitas petani.

Harga Beras Global Turun, Indonesia Tetap Menangkal Masuknya Pangan Ilegal

Amran mengungkapkan alasan harga beras luar negeri lebih murah sehingga menarik pelaku penyelundupan.

Harga beras internasional kini berada pada titik terendah dalam empat tahun terakhir.

Data FAO melalui Rice Price Update mencatat FAO All Rice Price Index (FARPI) pada Oktober 2025 turun ke 98,4 poin, terendah sejak 2022.

"Kenapa harga mereka murah? Karena Indonesia tidak impor. Pasar terbesar mereka adalah Indonesia. Penduduk kita 286 juta. Kalau kita buka impor ilegal, kita hanya jadi pasar," tegasnya.

Status Batam sebagai free trade zone (FTZ) bukan alasan untuk melepas pengawasan.

Amran menegaskan bahwa semua barang yang masuk tetap harus tunduk pada aturan jika diperuntukkan masuk ke wilayah Indonesia.

"Ini sensitif karena menyangkut pangan. Meski FTZ, Batam tetap wilayah Republik Indonesia," kata Amran.

Dalam penindakan tersebut, selain 40,4 ton beras, pemerintah juga mengamankan:

4,5 ton gula pasir

2,04 ton minyak goreng

600 kg tepung terigu

900 liter susu

240 botol parfum

360 bungkus mi impor

30 dus frozen food

3 unit kapal

Menurut Amran, penindakan ini bukan semata persoalan regulasi.

Pemerintah berupaya menjaga kepercayaan petani agar target besar swasembada beras 2025 tanpa impor tercapai.

"Kalau impor ilegal masuk, petani demotivasi. Ini soal keadilan dan kedaulatan pangan," ujarnya.

Amran juga menyinggung hasil Survei Ekonomi Pertanian (SEP) 2024 yang dirilis BPS pada Maret 2025.

Sektor pertanian dinilai memegang peranan besar dalam pengentasan kemiskinan global.*


(um)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mentan Amran Ultimatum Copot Dirjen yang Meloloskan 250 Ton Beras Impor Ilegal
Harga Pangan Akhir Pekan Turun, Tapi Cabai Merah Keriting Justru Melonjak
Harga Pangan Hari Ini 19 November 2025: Beras Turun, Minyak Goreng Naik Tipis
Harga Pangan 6 November 2025: Beras Premium Naik, Cabai Merosot Tajam
Beras, Jagung, Minyak Goreng Turun! Begini Tren Harga Pangan Nasional Hari Ini
Harga Cabai Merah Anjlok 8,5%, Beras dan Jagung Ikut Turun, Telur Malah Naik!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru