BANDA ACEH – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax mulai dirasakan warga Banda Aceh dan Aceh Besar.
Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilaporkan dipadati antrian sepeda motor dan mobil, hingga menimbulkan kemacetan di beberapa titik strategis.
Pantauan Bitvonline menunjukkan, SPBU Mibo, dekat Rumah Sakit Meraksa, dipenuhi kendaraan yang antre panjang.
Sementara di Lampaseh dan Ulee Lheue, antrean bahkan mencapai putaran Lam Bung.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Pertashop Pekan Bada, di mana ratusan sepeda motor menunggu giliran hingga memasuki pintu sekolah MIN 7 Pekan Bada.
Kelangkaan tidak hanya terjadi pada BBM, tetapi juga pada LPG ukuran 5,5 kg dan 12 kg.
Beberapa pangkalan LPG mengaku stok belum tersedia, sehingga warga, terutama ibu-ibu rumah tangga, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Tokoh masyarakat Aceh, Drs. Tgk Safwan, menyampaikan keprihatinannya terkait kelangkaan ini.
"Kami berharap Pertamina dan Hiswana Migas segera mengambil langkah cepat untuk mengatasi kondisi ini, terutama di wilayah terdampak banjir seperti Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Tengah, dan Bener Meriah," ujar Tgk Safwan.
Ia menambahkan, musibah banjir dan longsor yang menimpa wilayah Aceh mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesabaran dan tabah dalam menghadapi ujian.
"Di balik musibah, ada hikmah yang bisa membawa kebaikan bagi kita semua," tuturnya.
Sementara itu, seorang warga pemilik mobil yang tengah antre mengeluhkan keterbatasan stok.
"Kami antre sejak Subuh, baru bisa mendapatkan Pertamax pukul 10 pagi, dan itu pun hanya 10 liter," ujarnya.
Kondisi kelangkaan BBM dan LPG ini menjadi perhatian serius, terutama di tengah kebutuhan masyarakat yang meningkat pasca bencana, serta mendorong aparat terkait untuk mengambil langkah cepat agar distribusi bahan kebutuhan pokok kembali normal.*