Kabut Asap Karhutla Selimuti 20 Daerah di Sumut, Jarak Pandang Turun hingga 1 Km
MEDAN Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti 20 kabupaten/kota di Sumatera Utara pada Senin, 14 September 20
PERISTIWA
JAKARTA – Ekonomi dan keuangan syariah Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang 2025, bergerak dari dominasi sektor keuangan menuju penguatan sektor riil dan industri halal.
Demikian catatan akhir tahun yang disampaikan Wakil Rektor Universitas Paramadina sekaligus Ekonom CSED Indef, Dr. Handi Risza.
Menurut Handi, transformasi ini menunjukkan arah pertumbuhan ekonomi syariah yang lebih ideal, di mana sektor riil menjadi penggerak utama sebelum sektor keuangan.Baca Juga:
"Sektor industri halal mulai memainkan peran penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Sabtu (27/12/2025).
Handi menambahkan, tahun 2026 akan menjadi momentum penting bagi pengembangan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Kehadiran Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai LPNK langsung di bawah Presiden serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan anggaran Rp335 triliun menjadi peluang strategis bagi sektor ini.
Di tingkat global, posisi Indonesia semakin kokoh. Dalam laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024/2025, Indonesia mempertahankan peringkat ketiga dunia dengan skor Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 99,9, naik 19,8 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian ini juga menandai investasi halal tertinggi di dunia, dengan 40 transaksi senilai USD 1,6 miliar yang tersebar di sektor makanan halal, kosmetik, farmasi, teknologi halal, dan gaya hidup Muslim.
Meski demikian, Handi mengingatkan sejumlah pekerjaan rumah yang perlu perhatian. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK 2025 menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan syariah mencapai 43,42%, tetapi tingkat inklusinya hanya 13,41%.
Artinya, masih ada 30,01% masyarakat yang memahami produk syariah namun belum menggunakannya secara nyata.
"Diperlukan terobosan dan inovasi masif untuk mendekatkan informasi dan akses ekonomi syariah ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah-daerah," tegas Handi.
Transformasi ini menegaskan posisi ekonomi syariah Indonesia tidak hanya sebagai pilar keuangan nasional, tetapi juga sebagai magnet investasi global di tahun-tahun mendatang.*
(dh)
MEDAN Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti 20 kabupaten/kota di Sumatera Utara pada Senin, 14 September 20
PERISTIWA
BENGKULU Polisi melakukan pencocokan DNA jasad pria yang ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, dengan sampel keluarga lima jurn
PERISTIWA
JAKARTA Purbaya Yudhi Sadewa masih mengikuti rapat bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pada Senin siang, 14 September 2026, sebelum
NASIONAL
BINJAI Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Binjai dan Rumah Sakit (RS) Silvani Binjai resmi menjalin kerja sama untuk meningkatkan p
KESEHATAN
JAKARTA Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara dinilai bukan sekadar pergantian pejabat dalam Kabi
EKONOMI
LABUHANBATU SELATAN Seorang pria berinisial RSS (30) ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupat
PERISTIWA
DELI SERDANG Sebuah video yang menarasikan atap Stadion Utama Sumatera Utara di Kabupaten Deli Serdang rusak dan dibiarkan beredar di me
OLAHRAGA
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengungkapkan Pemerintah Kota Medan telah menjalankan tes urine secara rutin terhadap kep
HUKUM DAN KRIMINAL
LANGKAT Polisi menangkap satu lagi pelaku pengeroyokan sejumlah warga di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten
HUKUM DAN KRIMINAL
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meninjau langsung penyaluran bantuan pangan berupa beras kepada warga penerima man
PEMERINTAHAN